Rabu, 01 Oktober 2014

Polrestabes Semarang Tangkap Pelaku Pembuat Uang Palsu



Semarang - Polrestabes Semarang Telah menangkap seorang pembuat uang palsu di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Graha Pesona Jatisari Blok I/ 18, Mijen, Semarang.

Menurut keterangan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang, AKBP Wika Hardianto mengatakan, satu tersangka diamankan dari rumah tersebut saat sedang memroduksi uang palsu pecahan Rp100 ribu tersebut, Rabu (01/10/2014)

Diketahui tersangka tersebut bernama Suripto (45) warga Dusun Timbang, Kabupaten Wonosobo, dan merupakan residivis kasus pengedaran uang palsu yang sempat menjalani hukuman di Jepara.

"Tersangka mengaku sudah sempat lima kali mencetak uang palsu ini," katanya.

adapun hasil dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah alat bantu yang digunakan untuk memproduksi barang ilegal tersebut. Seperti satu set komputer, alat sablon, ratusan lembar kertas yang akan dicetak, serta mesin printer.

Selain itu, polisi juga mengamankan 68 lembar kertas yang sudah dicetak uang pecahan Rp100 ribu
yang belum sempat dipotong dan juga belum diedarkan.

Lalu Wika menuturkan, dalam sekali mencetak, pelaku mengaku bisa menghasilkan 80 sampai 90 lembar kertas yang terdiri dari empat uang Rp100 ribuan tersebut. Dan dalam proses produksi berdasarkan pengakuan tersangka dimulai dengan membuat lapisan hologram menggunakan alat sablon. Setelah lapisan hologram, pelaku baru mencetak gambar uang dengan mesin printer.

Adapun untuk proses terakhir, uang palsu yang hampir jadi tersebut dilapisi dengan garis pita pengaman memakai alat sablon. Serta kertasnya khusus, karena sudah ada garis semacam pita pengaman pada uang.

Dari adanya hal tersebut, saat ini polisi masih menelusuri dan mengembangkan kasus tersebut, dan apakah ada pelaku lain yang diduga terlibat dalam produksi tersebut. Selain itu, polisi juga menelusuri asal kertas yang dipakai oleh pelaku.

Selanjutnya dalam kasus itu, tersangka akan dijerat dengan pasal 244 KUHP tentang pemalsuan mata uang dan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang.

.Ant/Rep/JMP.21.

SekJend PP PBSI, Anton Subowo: “Prestasi Gemilang Tim Bulutangkis Indonesia Diajang Asian Game 2014 Bisa Berlanjut ke Olimpiade di Rio de Janeiro 2016”



Jakarta  - Sekretaris Jenderal PP PBSI Anton Subowo mengharapkan, prestasi gemilang tim bulu tangkis Indonesia di ajang Asian Games Incheon 2014 bisa berlanjut ke Olimpiade di Rio de Janeiro pada 2016.

"Kita lihat sendiri bagaimana sulitnya Merah Putih berkibar dan Indonesia Raya berkumandang di Asian Games 2014. Namun PBSI sanggup memberikan yang terbaik,
dan terima kasih atas dukungan semua pihak," katanya saat dilansir dari situs resmi PP PBSI di Jakarta, Selasa.

Adapun dalam Asian Games Incheon 2014, tim bulu tangkis Indonesia berhasil membawa pulang empat medali, yakni dua emas, satu perak dan satu perunggu. Dan pencapaian itu berhasil memenuhi target yang telah ditetapkan.

Disamping itu, Anton berharap hasil atas tim Bulu Tangkis itu akan dapat memacu atlet Indonesia untuk semakin giat berlatih.

"Semua aspek seperti fisik, mental dan lainnya harus diperbaiki dan mudah-mudahan kami bisa membawa hasil terbaik dari Olimpiade Rio de Janeiro 2016," katanya.

Atas nama PP PBSI, Anton yang ikut menyambut kontingen bulu tangkis dari Incheon memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada atlet, pelatih serta manajer yang berhasil menorehkan prestasi di Asian Games.

"Terima kasih atas pengabdian tinggi untuk negara dengan membawa dua medali emas, satu medali perak serta satu medali perunggu," katanya.

Tim bulu tangkis Indonesia tiba Senin (30/9) malam dari Incheon, Korea Selatan dan langsung disambut meriah oleh keluarga besar PP PBSI di terminal kedatangan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang.

sementara dalam acara penyambutannya dibuka dengan pengalungan bunga kepada para atlet, pelatih serta ofisial, termasuk kepada peraih medali.

Tim bulu tangkis Indonesia membawa pulang dua medali emas dari pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Sedangkan satu medali perak disumbangkan oleh pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Ada pun pasangan ganda campuran lain, Praveen Jordan/Debby Susanto berhasil menyumbangkan perunggu.

Meski berhasil memenuhi target yang telah ditetapkan, perkiraan meleset di nomor ganda campuran. Pasangan Tontowi/Liliyana yang ditargetkan meraih emas, harus rela membawa pulang medali perak.

Kendati demikian, pencapaian diraih sektor ganda putri Greysia/Nitya yang justru berhasil memboyong emas dari target perunggu.

"
Sekali lagi, terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung tim bulu tangkis sehingga kami bisa menyumbang empat medali. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi cabang olahraga lain dan memotivasi adik-adik yang masih junior, dan semoga bulu tangkis semakin berjaya," kata manajer tim bulu tangkis, Lius Pongoh.

.Ant/VN/Rep/JMP.21

Kasus Ebola Pertama Terdeteksi Di AS



.Pasien Diketahui Setelah Pulang Dari Liberia.
Dallas - Kasus ebola pertama terdeteksi di Amerika Serikat. Pasien yang baru saja kembali dari Liberia dinyatakan positif oleh sebuah rumah sakit di Dallas, Texas. Dan kini pasien tengah dirawat di rumah sakit Dallas.


Sementara menurut pejabat kesehatan federal mengatakan, ini merupakan kasus ebola pertama yang didiagnosa di AS.

Sedangkan pejabat di Rumah Sakit Presbetarian Texas mengatakan, pasien yang belum diketahui identitasnya ini sedang diisolasi. Sementara rumah sakit mengikuti rekomendasi Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan untuk menjaga agar dokter, staf dan pasien lain aman.

Adapun saat dilansir menurut pejabat pemerintah mengatakan pada Aljazeerah, pasien merupakan warga negara Liberia yang dirawat mulai Ahad (28/09/2014).

Dan pihak rumah sakit telah mengumumkan sehari sebelumnya bahwa pasien mengalami gejala-gejala yang menunjukkan kasus ebola. Virus sejauh ini telah menewaskan lebih dari 3.000 orang di seluruh Afrika Barat. Ebola juga telah menginfeksi segelintir orang AS yang melakukan perjalanan ke wilayah itu.

Direktur Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan Thomas Frieden mengadakan konferensi pers di markas pusat di Atlanta pada Selasa (30/10).

"Orang tang terinfeksi berasal dari Liberia pada 19 September dan mulai mengalami gejala pada 24 September, ia pertama menjalani perawatan pada 26 September dan dirawat di Texas pada 28
. Dan sampel darah diuji positif terjangkit ebola," kata Frieden.

Pusat Pengadilan Penyakit dan Pencegahan mengatakan 12 orang lainnya di AS yang melakukan tes uji ebola sejak 27 Juli, dinyatakan negatif.

.Ant/Rep/JMP.21.

14 Pejabat PemProf. DKI Jakarta Diperiksa Kejagung



.Dugaan Terima Honor Anggaran Pengadaan Proyek Bus Transjakarta.
Jakarta -  14 Pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah diperiksa Kejaksaan Agung (Kejagung) soal kasus dugaan korupsi pengadaan bus TransJakarta tahun anggaran 2012.

Adapun belasan pejabat yang dipanggil sebagai saksi itu, merupakan Tim Pendamping Pengendalian Teknis Pengadaan Bus TransJakarta Paket I dan II saat itu. Dan anggota tim pendamping itu diketahui mendapatkan honor  Pengendalian Teknis (PT).


Salah satu diantara pejabat yang dipanggil Kejagung yaitu Endang Widjajanti selaku Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta membenarkan telah menerima honor tersebut.

"Benar honor tersebut saya terima, namun saat ini sudah dikembalikan karena memang Kejagung juga melarang kami menerima honor dari proyek tersebut," ujarnya, Rabu, (1/10
/2014).

Lalu Endang menjelaskan, ia telah memberi keterangan secara normatif saat diperiksa oleh Kejagung. Namun, Endang mengaku belum mengetahui secara pasti apa hasil dari pemeriksaan tersebut.

Sementara itu, salah satu pejabat lainnya yang juga dipanggil oleh Kejagung yaitu Sri Rahayu selaku Kepala Biro Hukum DKI Jakarta mengatakan dipanggil oleh Kejagung sebagai saksi tim pendamping. Ia juga menjelaskan pemeriksaan yang dilakukan terhadapnya terkait masalah honor yang diberikan pada tim tersebut.

"Kejagung meminta penjelasan dari segi substansi dan materi saja. Mengenai masalah honor, saya sudah setor honor itu kepada Kejagung," katanya.

.Ant/Rep/JMP.21.