Senin, 28 Januari 2019

Jelajah Pengetahuan: “Nilai Keistimewaan Binatang Bunglon”

Kita sebagai manusia tentunya dapat belajar atas keistimewaan dan nilai positif dari binatang bunglon yang merupakan ciptaan Tuhan sang maha pencipta. Makhluk binatang yang satu ini adalah suatu makhluk reptile yang sangat unik, lucu dan mengagumkan. Apalagi makhluk tersebut  jika saat sedang berkamuflase; mengubah diri warnanya ketika berpijak disuatu tempat. Misalnya, saat berpijak pada batang ranting warna cokelat, dirinya akan berubah warna cokelat. Demikian pula pada tempat-tempat warna-warna lainnya.

Dari hal ini, binatang bunglon dapat mengubah-ubah kulit luarnya dikarenakan mekanisme zat nanokristal di permukaan kulitnya yang dapat memantulkan cahaya, dan terpadu kombinasi dari beberapa warna dinamis antar-nanokristal tersebut. Hal ini yang mempengaruhi pigmen warna asli kulit bunglon. Hingga setiap mata kita atau binatang lainnya melihat akan tertipu dan terkecoh.

Lalu, apakah bunglon hanya memiliki keistimewaan hanya dapat merubah warna saja? ternyata tidak. Menurut peneliti, bunglon memiliki pengelihatan yang sangat tajam, dan bola mata dapat diputar-putar menghadap ke depan, samping, atas, bawah, belakang, dengan putaran sebesar 360°.

Selain itu, bunglon memiliki lidah sangat panjang dan lengket, yang bergerak cepat dan mudah menangkap serangga yang sedang terbang atau hinggap disamping dekatnya.

Dan uniknya cara gerakan lidah bunglon menangkap serangga, yakni mulut terbuka dengan  menjulurkan lidah panjangnya yang telah dilapisi zat lengket ke arah sasarannya. Hingga dalam hitungan beberapa detik dan secepat kilat, serangga tersebut sudah menempel di lidah bunglon tersebut yang kemudian ditarik kembali ke mulutnya.

Apalagi diketahui, jarak jangkauan lidah bunglon adalah dua pertiga panjang seluruh badannya. Bahkan ada beberapa jenis binatang tersebut yang memiliki lidah yang lebih panjang dari panjang total badannya, yakni jenis dari suku Chamaeleonidae.

Sementara untuk jangkuan loncatannya, bunglon terkenal paling cepat, gesit dan licah. Sebab dari tekstur ke-4 kaki berserat otot dan ruas jari-jarinya terlihat kuat dan ramping. Ditambah dengan daya kesimbangan ekornya yang panjang.

Disamping itu, disetiap ruas tengah mulai kepala hingga badan memiliki seperti ujung mata pedang yang runcing. Hal ini punya fungsi sebagai naluri gerak sensorik dan radar kewaspadaan dalam menghadapi adanya bahaya atau sesuatu hal yang akan menyerangnya secara tiba-tiba.

Oleh sebab itu, para peneliti menyatakan bahwa bunglon merupakan dan menjadi salah satu binatang kelompok jenis reptile; kadal yang paling unik, istimewa dan mengagumkan.


.Doc.Arsip: MTM/’Reality&Independent’.

Minggu, 20 Januari 2019

Pilihan RW 16 Perum.Panorama Asri Berjalan Aman, Tertib, Lancar Dan Kondusif

Kalongan - Agenda Pilihan RW (PilRW) 16 Perum. Panorama Asri, Desa Kalongan-Ungaran Timur yang dilaksanakan Minggu (20/01/19) mulai pukul 08.00-13.00 WIB berjalan aman, tertib, lancar dan kondusif. Meski dalam acara tersebut terkendala jeda terjadi turun hujan deras. Namun dari hal ini, warga pemilih tetap respontif dan antusias.

Pelaksanaan penetapan peserta PilRW diketahui hanya terdiri dua kandidat calon (Kancal) yang dipilih, yakni; IGN Setya Adji (No.1) dan Edhy Susamto (No.2). Dan dua Kancal ini nuansanya terasa layaknya seperti Pilpres. Sebab hal tersebut, diketahui mulai dari awal penetapan, sosialisasi dan pemasangan baliho kampanye. Serta ditambah dengan adanya team sukses pendulangan suara bagi para kandidat calonnya. Baik melalui WA maupun ‘door to door’.
Sementara dari hasil pemantauan dilapangan, tempat pemungutan suara (TPS) para panitia PilRW, Babinkamtimas, Babinsa dan saksi Kancal terlihat ‘Ready’ untuk menyukseskan dan mengamankan jalannya PilRW.

Menurut Babinkamtimas, Aiptu Sualman menyatakan, bahwa untuk soal pelaksanaan pilihan RW diperumahan Panorama Asri ini, kami selaku aparat akan menjaga secara tertib, aman dan kondusif. Sebab bagaimanapun, pilRW merupakan bagian bentuk demokrasi dan juga edukasi politik bagi warga.

“Pelaksanaan PilRW ini harus berjalan damai, aman, tertib dan kondusif. Dan siapapun nantinya yang menang, dan sudah menjadi pilihan warga, tentunya diharapkan dapat diterima dengan lapang dada dan dihormati,” ucapnya tersenyum.

Adapun untuk prediksi kemenangan ke-2 Kancal pilRW No.1 dan No.2 yakni antara -+48% dan 37%, sisa -+15% (suara golput+margin error). 


Dari prediksi tersebut akan dimenangkan Kancal pilRW No.1, dengan selisih kemenangan suara pemilih kisaran -+20 hingga 30 suara.

.Doc.Arsip: MTM/’Reality&Independent’. 

Kamis, 08 November 2018

Tumbuhkan Pendidikan Karakter Taqwa Pada Anak (II)


Oleh: MT. Mudjaki

Guna menindaklanjuti artikel yang berjudul: “Tumbuhkan pendidikan karakter taqwa pada anak (I)” yang telah saya tulis dan terurai berapa waktu lalu, saya ingin kembali menambahkan ulasan sebagai bahan penguatan, cakupan dan sekaligus penuntasan. Disamping itu, tentunya dapat sebagai bahan perenungan, menambah wawasan, dan kajian nilai-nilai manfaat bagi kita semua.

 Sementara itu dalam artikel sebelumnya (secara implisit) kita ketahui, bahwa pendidikan karakter taqwa bagi pertumbuhan anak adalah suatu pendidikan yang menerapkan metode dan system terpadu dari mulai keluarga (kedua orang tua) hingga ke jenjang pendidikan sekolah (agama maupun umum), dengan tekad ‘Satu arah : Satu tujuan’ menjadi pribadi manusia (muslim-muslimah, red) yang memiliki potensi kemanusiaannya tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara tauhidiyyah, jasadiyyah, aqliyyah, ‘ubudiyyah dan khalifiyyah.

Sehingga dari hal tersebut, anak-anak diri pribadi setiap muslim-muslimah menjadi karakter yang utuh (kaffah). Dan hal ini tentunya harus diperkuat dan selaras terkait dengan aspek-aspek yang meliputi akidah, akhlak, ibadah dan mu’amalah duniawiyyah.

Adapun untuk difinisi penjabaran aspek-aspeknya adalah sebagai berikut:

Ø  Aspek Akidah merupakan aspek karakter taqwa yang beriman pada Allah, malaikat, nabi/rosul Allah, kitab suci Al Qur’an dan kitab suci sebelumnya, serta beriman pada yang ghaib dan hari akhir.
Ø  Aspek Akhlak merupakan aspek karakter taqwa yang senantiasa memohon pertolongan, ampunan, taubat dan rasa syukur pada Allah SWT, bersifat pemaaf, pemurah, sabar dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan dan ujian hidup, selalu menjaga kehormatan, bersikap istiqomah dan menepati janji.
Ø   Aspek Ibadah merupakan aspek karakter taqwa senantiasa mendirikan dan menjalankan sholat, senang beramal atas rizki/hartanya yang diperoleh dengan halal bagi fakir miskin, anak yatim piatu dan orang yang membutuhkan hanya semata-mata mengharapkan ridho Allah, menjalankan puasa, baik yang wajib (puasa Ramadhan) maupun yang sunnah, senang belajar, membaca dan mengkaji kajian kitab suci Al qur’an, menunaikan ibadah haji dan umrah(bagi yang mampu, red).
Ø  Aspek Mua’amalah Duniawiyyah merupakan aspek karakter taqwa yang giat bekerja, belajar menuntut ilmu agama dan pengetahuan umum, suka berbagi pengalaman; pengetahuan, pemikiran dan tenaganya demi kemanusiaan atas ridho; sesuai dijalan Allah, senantiasa rendah hati (tawadhu) dan hidup sederhana.

Dari difinisi penjabaran aspek-aspek tersebut diatas, lalu apa strategi pendidikan karakter taqwa yang perlu diimplementasikan?

Menurut Prof. Dr. Zakiyyah Daradjat yang kemudian dikembang terapkan Kemenpendikbud, ada dua (2) hal, yakni;

  1. Menerapkan pendekatanCognitive Approach’, yaitu dengan cara mengembangkan dan membudayakan pendidikan potensi pikir anak, menanamkan daya aktualisasi, kreatifitas, diskusi dan apresiasi anak, serta memberikan jalan (solusi) tentang persoalan/permasalahan yang dihadapi anak.
  2. Menerapkan pendekatanConditional Approach’, yaitu dengan cara mengembangkan dan menanamkan suasana keluarga maupun lingkungan sekolah yang kondusif, aman, ramah, rasa cinta kasih dan peduli.
Dari dua hal ini, perkembangan diri anak-anak dapat merasakan sebuah arti makna; nilai-nilai sifat keteladanan, optimis, tidak cenggeng, komunikatif dan percaya diri.

Disamping itu, dapat membentuk jiwa pemberani; bertanggungjawab atas kesalahan yang dilakukannya, berani melawan pada hal-hal karakter yang kurang baik/buruk, berani bersikap kritis, penuh rasa cinta kasih dan peduli terhadap lingkungan dan sesama umat manusia. Serta berani percaya diri dan yakin mampu mengubah perilaku teman-teman lingkungan sekitarnya maupun di sekolah kearah pribadi muttaqin.

Oleh karena, guna sebagai kesimpulan dan catatan, bahwa penanaman pendidikan karakter anak berkarakter taqwa, diharapkan sebagai selaku orang tua benar-benar komitmen dan konsisten. Serta tekun, sabar, peka dan senantiasa penuh perhatian. Sebab bagaimanapun, anak-anak merupakan buah cipta dan amanat  yang telah diberikan Allah. Dan sekaligus merupakan siklus sebagai generasi penerus; pilar masa depan bagi keluarga, agama, bangsa dan Negara.


.Doc.Arsip Artikel: MTM/Sumber Kesenergian Kajian Islam Muhammadiyah

Selasa, 16 Oktober 2018

Tumbuhkan Pendidikan Karakter Taqwa Pada Anak (I)

Oleh: MT. Mudjaki

Tantangan utama dalam menghadapi persoalan dan permasalahan keluarga bagi perkembangan anak-anak di era digital yang serba bebas, materialistic, hedonistic dan cenderung bebas terbukanya konten pornografi, aksi kekerasan; bullying, pelecehan seksual dan tawuran adalah terjadi adanya tingkat rendahnya akses moral pendidikan, serta menurunnya peran komunikasi keluarga, konflik social, kemiskinan dan KDRT.

 Ditambah, peran institusi atau lembaga Negara yang kurang cepat responsive dan resperentif atas hal-hal tersebut.
Oleh karena itu diperlukan pencegahan dan penanggulangan secara dini, sinergi, dan konsisten, yakni dengan mengembangkan pembinaan pendidikan karakter taqwa dan mewujudkan situasi kondusif, aman, sejahtera dan damai. Hal ini, tentunya akan menumbuhkan lahan subur yang dapat menghasilkan benih-benih generasi bangsa berkarakter moral baik, tangguh, beriman dan bermasa depan.

Sementara untuk awal terciptanya dalam mengembangkan pembinaan pendidikan karakter taqwa pada diri anak-anak, yakni dimulai dari keluarga. Dan sebagai pemicu penerapannya adalah kembali pada diri orang tuanya, yakni untuk dapat memberikan contoh, menerapkan keteladanan. Baik keteladanan berkomunikasi, beribadah, berinteraksi terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Sebab bagaimanapun, keluarga; orang tuanya merupakan pondasi utama dan sekaligus cermin sebuah bentuk pembelajaran atas nilai-nilai pokok dari identitas kehidupan dan kepribadian itu sendiri. Hal ini akan menjadi penguatan sebagai basis ‘Keluarga Sakinah’.

Lantas apa yang dimaksud dengan “Karakter Taqwa” itu?
Karakter taqwa adalah suatu pribadi manusia (muslim-muslimah, red) yang memiliki potensi kemanusiaanya tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara tauhidiyyah, jasadiyyah, aqliyyah, ‘ubudiyyah dan khalifiyyah. Sehingga dari hal tersebut akan menjadi diri pribadi setiap muslim-muslimah menjadi karakter yang utuh (kaffah).
Seperti yang termaktup dalam Q.S. Al Hujurat (49):13, yakni;
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu”.

Dan diperkuat juga ada pada Q.S An Nisa (4):1, At Tahrim (66):6, Al Baqarah (2):183, Al Imran (3):76, 102, 133-134, An Nahl (16):125-128 dan Al Araf (7):26, 128 dan 156.

Adapun dari ayat-ayat tersebut diatas merupakan inti sari petunjuk sebuah perintah untuk bertaqwa kepada Allah SWT dan sekaligus peringatan (warning) dengan diperkuat aspek ke-iman-an, meliputi akidah, akhlak, ibadah dan mu’amalah duniawiyyah.

Sementara sebagai penguatan aspek-aspeknya diperjelas dalam Q.S Al Baqarah (2):177, yakni:
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat itu suatu kebaktian, tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan), orang-orang meminta dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, orang yang menepati janjinya apabila berjanji dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”.

 .Doc.Arsip Artikel: MTM/Sumber Kesenergian Kajian Islam Muhammadiyah

Kamis, 13 September 2018

Khasanah Nilai Spiritualist Seni Lukis Kaligrafi (II)

Oleh: MT. Mudjaki


Menindaklanjuti artikel saya tentang dunia seni kaligrafi (I) yang secara implisit banyak memiliki nilai-nilai khasanah keragaman, keindahan, spiritualist dan hikmah. Serta sebagai bahan pelengkap dan kajian dalam menambah wawasan bagi kita, maka saya ingin mengurai lebih dalam atas hal tersebut, yakni tentang perspektif; pandangan dan pendekatan ekspresi religius dan  apresiasi strukturalis.

Sebab dari hal ini menunjukan, bahwa perkembangan dunia seni kaligrafi dari masa ke masa telah banyak mengalami grafik statistic tumbuh subur, dinamis dan maju. Bahkan terlihat lebih berani, inspiratif, kreatif, inovatif dan tidak monoton. Baik dari visual; corak, motif, gaya dan warna.

Sementara dari pengekplorasian identitas social budaya dalam karya kreatif penggabungan ketradisionalan dan modern, banyak karya kaligrafer seniman-seniwati dunia Islam yang telah tercatat dan punya tempat ke dalam kancah Internasional Association of Art-UNESCO, termasuk Indonesia.

Dunia seni lukis kaligrafi dalam perspektif; pandangan dan pendekatan ekspresi religius dan apresiasi strukturalis pada dasarnya cenderung dan hanya sebatas dilingkup orang-orang pondok pesantren atau lembaga keagamaan kelokalan di daerah-daerah. Namun cakupannya jauh lebih luas dan tersebar sampai tingkat nasional maupun internasional. Sebab seni kaligrafi merupakan suatu realita seni rupa yang punya unsur-unsur visual garis, warna, bidang, simbol dan tekstur yang unik, indah, cantik dan universal.

Disamping itu, objek apresiasi, karakteristik seni tulisannya pun dapat disenergikan dan dikembangkan menjadi wujud berbagai bentuk, entah itu bentuk manusia, binatang, matahari, bintang, kapal layar dll.

Adapun ditilik dari sudut estetika bahasa dan makna, seni lukis kaligrafi memiliki syarat nuansa penghayatan, filosofi, spiritualis dan komunikasi sebagai jalan ibadah / dakwah. Dan secara langsung maupun tidak langsung, ini merupakan sebuah bagian konsistensi jiwa, nafas dan ruh karya seni seniman-seniwati Islam.

Oleh karena itu, sebagai umat Islam tentunya harus bangga, cinta dan bersyukur atas ke-Maha-an indahnya khasanah karya-karya seni kaligrafi yang merupakan aktualisasi dan apresiasi dari perwujudan tulisan-tulisan ayat-ayat kitab suci Al Quran. Serta senantiasa dapat menjaga, merawat dan terus dikembangkan.
 
.Doc. Arsip Artikelku+beberapa contoh hasil karya lukisan kaligrafiku-MTM) 

Selasa, 11 September 2018

Khasanah Nilai Spiritualist Seni Lukis Kaligrafi (I)

Oleh : MT. Mudjaki


Dunia seni kaligrafi merupakan dunia seni yang punya nilai keindahan dan identitas keunikan tersendiri. Bahkan jika kita menapak lebih mendalam, sesungguhnya ada suatu nilai-nilai spiritualist, hikmah perenungan, nasehat, dan motifasi.
Atas hal ini, saya ingin dan mencoba mengulik kembali secara Implisit tentang jejak dan perkembangan dunia seni kaligrafi itu sendiri. Sebab bagaimanapun, diri saya juga bagian dari hal tersebut; (Aktualisasi dan apresiasi dalam karya lukis seni kaligrafi, red).

Dalam pandangan dunia Islam, pada hakekatnya telah banyak memberikan ruang secara luas tentang khasanah nilai-nilai seni kaligrafi, dan tidak ada suatu pembedaan/dikotomikan. Baik secara dinamika tradisi maupun budaya. Serta juga dalam sudut pandang karakteristik, ciri/aliran maupun gaya performen seorang seniman-seniwati muslim dalam berapresiasi dan berkreasi.


Namun dari hal tersebut, tentunya tetap senantiasa menjaga, selaras dan sesuai dengan kaidah-kaidah estetika dalam koridor ajaran Islam.

Disamping itu, sebagai wujud bagian dari buah nilai ibadah untuk mencari ridho Allah SWT, baik dunia dan akherat.

 Apalagi diketahui, kedudukan seni kaligrafi merupakan sebuah nilai kekuatan dan pendorong (spiritualist) sangat integral, religius dan sakral. 

Sementara berdasarkan jejak sejarah sebagai literature hasil dari ikhtiar;  ide/gagasan, imaginasi dan aktualisasi menunjukan, bahwa peran kehadiran Al-Qur’an di awal kedatangan agama Islam berkorelasi sangat positif dan semakin tumbuh berkembang subur. Bahkan merupakan bagian dari sumbangsih utama dan pengaruh kuat terhadap dinamika tradisi, identik pola dan budaya bagi masyarakat Arab pada masa itu, khususnya umat Islam itu sendiri. 
  
Dari sinilah perkembangannya terus berjalan, yang pada akhirnya dunia seni kaligrafi mendapatkan tempat dan terjadi statistic peningkatan begitu pesat, maju dan banyak melahirkan berbagai aliran-aliran yang beragam, artistik dan dinamis. Termasuk juga dalam penuangan gaya, motif maupun corak-coraknya. Hingga merambah sampai ke negara-negara dunia Islam lainya. Termasuk juga yang ada di Indonesia, meskipun yang lebih populer  hanya ada delapan gaya, motif dan corak; lukisan kaligrafi, yakni:
·          Naskhi
·         Diwani
·         Diwani Jali
·          Tsulus
·         Farisi
·         Kuffi
·         Riq’ah
·         Rayhani

Namun dari hal tersebut, siklus perkembangannya diketahui terus dikembangkan, dan terjadi inovasi-inovasi baru, serta fundamental. Bahkan dapat disatupadukan dan senergi dengan alur dengan aliran lain, ke dalam dunia seni lukis umumnya, seperti Naturalis, Kontemporer, Realis, Art pop, Batik dll. Hingga tingkat hasilnya pun sangat luar biasa, indah, dan cenderung banyak memberikan beragam khasanah karya-karya begitu mengagumkan dan spetakuler, seperti salahsatu contohnya karya milik maestro kaligrafi Indonesia, yakni: Almarhum Amri Yahya. Dan dari beliaulah, banyak seniman-seniwati lukis; (termasuk diri saya pun) mengikuti jejaknya dan senantiasa mengagumi akan karya-karyanya hingga sampai sekarang.

.Doc. Arsip Artikelku+beberapa contoh hasil karya lukisan kaligrafiku-MTM) 

Kamis, 16 Agustus 2018

Rutinitas Kebersamaan Terhadap Masyarakat Sangat Diperlukan

Kalongan  - Calon legislatif (Caleg) DPRD PDIP Dapil 7 Kabupaten Semarang, Hadi Wuryanto saat bincang-bincang bersama warga, Kamis (16/08/18) malam. Hal ini dilakukannya sebagai wujud nilai-nilai kebersamaan. Bahkan lebih dari itu, menurutnya juga sebagai rasa kepedulian atas apa yang dirasakan masyarakat, terutama soal kesejahteraan.

Hadi Wuryanto dikenal masyarakat adalah seorang figur sederhana, supel, berintergritas dan banyak pengalaman.

Sementara disinggung soal target misi dan cita-citanya dalam pencalegkan, dirinya menyatakan semata-mata berjuang untuk mensejahterakan  rakyat. Dan itu merupakan cita-cita kunci utamanya.

“Makanya setiap malam saya rutin bincang-bincang bersama warga masyarakat. Karena dengan bincang-bincang, diri saya dapat merasakan langsung apa yang dikeluhrasakan masyarakat,” ucapnya.

Selanjutnya dari keterangan beberapa warga menyatakan, bahwa rutinitas bincang-bincang yang dilakukan Hadi Wuryanto tersebut dilakukan tidak hanya sebatas kepentingan saat nyaleg, namun sebelumnya pun sudah sering dilakukannya.

Atas hal ini, tidak salah jika Hadi Wuryanto dikenal, mudah akrab dan banyak pendukungannya.


.Doc.Arsip: MTM/pede21.Media Network Jateng