Senin, 02 Desember 2013

Mochtar Effendi: “Saya Akui, Menggunakan Uang Dari Akil Untuk Bisnis Mobil”



Jakarta - KPK telah menyita jumlah total 26 mobil milik Mochtar Effendi terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat eks Ketua MK Akil Mochtar. Hal ini Mochtar Effendi mengakui, bahwa mobil-mobil tersebut dibeli, diantaranya dengan menggunakan uang dari Akil. Dan ia dan Akil memiliki kongsi usaha yang bergerak di bidang jual beli mobil. Usaha bersama itu dilakukan sejak tahun 2007.

"Jadi saya memang ada bisnis dengan Beliau. Bisnis mobil. Pokoknya dia menyerahkan ke saya untuk dikembangkan saja," ujar Mochtar di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (02/12/2013).

Meski seorang pengusaha, Mochtar Effendi si politikus Golkar kenal Akil, saat dirinya menjadi konsultan dan mencalonkan diri dalam Pilkada Kalimantan Barat.

Adapun mengenai uang dari Akil, Mochtar Effendi mengakui, dirinya tidak banyak bertanya lebih jauh mengenai asal uang tersebut. Dia hanya menerima saja dan hal itu dianggap sebagai bentuk investasi.


.LIND@Ant/MN/J.21.

Minggu, 01 Desember 2013

Mantan anggota KPU Mulyana Wira Kusumah Meninggal Dunia



Jakarta - Mantan anggota KPU dan juga Dosen Universitas Indonesia, Mulyana Wira Kusumah meninggal dunia di rumahnya, Meruya Hilir blok G Nomor 9, Jakarta Barat, Minggu (01/12/2013) pukul 21.30 WIB. Mulyana meninggal di usia 65 tahun, akibat penyakit komplikasi.
 


Mulyana sebelumnya sempat dirawat di RS Dharmais selama dua minggu karena sakit stroke yang diderita. Pada hari Jumat (29/11/2013) kemarin, eks anggota KPU itu dibawa pulang ke rumahnya di kawasan Meruya, Jakarta Barat.

Riwayat hidup, Mulyana Wira Kusumah lahir di Bogor, Jawa Barat pada 23 November 1948. Mulyana adalah seorang akademisi dan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) tahun 2004. Saat menjabat sebagai komisioner KPU 2004, dirinya pernah terlibat kasus penyuapan terhadap pemeriksa BPK. Kasus ini menjadi awal terkuaknya korupsi di tubuh KPU. Setahun kemudian, Mulyana divonis penjara 2 tahun 7 bulan oleh Pengadilan Tipikor.

Sebelumnya ia adalah tokoh KIPP (Komisi Independen Pemantau Pemilu) dan staff pengajar FISIP Universitas Indonesia, dan juga pernah bergiat di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Terakhir, dia mendirikan Seven Strategic Studies (7SS) dan menjadi direktur eksekutifnya.

Atas kabar duka meninggalnya Mulyana Wira Kusuma, berbagai ucapan belasungkawa datang dari beberapa tokoh politik, akademik hingga budayawan, di situs jejaring sosial Twitter.

.LIND@Ant/Dtk/J.21.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara : “Kalau rupiah melebihi Rp11.500 itu sudah overshoot”



Gorontalo - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, nilai tukar rupiah yang saat ini berada diatas Rp11.500 per dolar AS sudah mengalami gejolak yang lebih besar dari fundamental yang seharusnya atau overshoot.

"Kalau rupiah melebihi Rp11.500 itu sudah overshoot," katanya saat melakukan kunjungan di Gorontalo, Minggu
,(01/12/2013).

Mirza menjelaskan
lebih lanjut, saat ini nilai rupiah terhadap dolar AS yang sesuai dengan kondisi perekonomian nasional adalah sebesar Rp11.000-Rp11.500 per dolar AS. Namun karena rupiah pada level tersebut, tentunya dapat membuat ekspor lebih kompetitif.

"Level ini sudah cocok untuk membenahi problem di neraca pembayaran, karena level itu cukup untuk menekan impor turun dan ekspor lebih kompetitif," katanya.

Ia menambahkan
, bahwa peningkatan nilai ekspor dan pengurangan nilai impor dapat menipiskan defisit transaksi yang sudah berjalan selama 26 bulan. Dan berada pada kisaran 2,5 persen terhadap PDB pada 2014.

"Angka yang seharusnya itu dibawah 2,5 persen, kita bukan mau membuat surplus
, tapi defisit transaksi berjalan yang lebih wajar dari kondisi saat ini," jelas Mirza.

Defisit transaksi berjalan telah menyusut dari sebelumnya 4,4 persen terhadap PDB (9,9 miliar dolar AS) pada triwulan II-2013 menjadi 3,8 persen terhadap PDB (8,4 miliar dolar AS) pada triwulan III, serta diperkirakan mencapai 3,5 persen terhadap PDB pada akhir tahun.

Mirza menambahkan
lagi, salah satu faktor yang menyebabkan pelemahan nilai rupiah saat ini adalah akibat kekhawatiran pelaku pasar terkait kemungkinan "tapering off" oleh The Fed (Bank Sentral AS).

Menurut dia, stimulus moneter atau Quantitative Easing yang dilakukan The Fed sejak akhir 2008, membuat rupiah bertahan dalam posisi Rp9.600-an per dolar AS selama beberapa tahun terakhir.

"Nilai kurs pada 2011-2012 tidak melemah, padahal kondisi rasio makro ekonomi waktu itu mulai memburuk, tapi inflow masuk karena stimulus di AS. Sekarang begitu mau tapering, semua beramai-ramai menarik bonds," ujarnya.

Selanjutnya Mirza menambahkan, volatilitas nilai kurs merupakan hal yang wajar, dan rupiah yang telah mendekati nilai Rp12.000 per dolar AS dapat kembali ke level Rp11.000 per dolar AS, apabila masalah dalam neraca transaksi berjalan teratasi.

"Kembali ke Rp11.000 bukan tidak mungkin, kalau rasio makro ekonomi sudah sehat," jelasnya.

Mata uang rupiah terhadap dolar AS, Jumat sore,
(29/11/2013), kembali berada di area positif atau menguat ke posisi Rp11.965 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp12.027 per dolar AS, meski dibayangi isu defisit neraca transaksi berjalan Indonesia.

.LIND@Ant/Rep/J.21.

KPAI Kab. Grobogan, Jateng Peringati Hari AID Sedunia



Grobogan - Dalam rangka memperingati Hari AIDS se-Dunia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah melakukan kegiatan dengan membagikan seribu bunga kepada warga.

Adapun dalam acara pembagian bunga dilakukan dalam bentuk aksi damai car free day di Jalan R. Soeprapto Grobogan, Minggu (1/12/2013) pagi.

Acara aksi damai ini rata-rata diikuti oleh para pelajar. Mereka juga membentangkan poster dan spanduk yang para intinya mengajak warga untuk ikut bersama-sama memberantas penyakit AIDS.

Sementara Ketua Panitia Hari AIDS se-Dunia Kabupaten Grobogan, Sutrisno mengatakan, moment 1 Desember ini sebagai peringatan kepada seluruh masyarakat dunia untuk mengetahui bahaya AIDS.

Karena itu, KPAI mengajak masyarakat untuk peduli dengan dapat melakukan pencegahan virus AIDS,” Himbauannya.


 .LIND@R.El/Pd@21