Jumat, 30 Mei 2014

Dirjend PHU Kemenag, Anggito Abimanyu: "Saya Nyatakan Mundur Dari Jabatan Dan Mohon Minta Maaf”



JAKARTA- Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama (Dirjen PHU Kemenag), Anggito Abimanyu menyatakan mundur dari jabatannya karena punya firasat akan berhadapan dengan proses hukum.
Sementara adanya hal itu, Kementerian Agama sebagai tempatnya bekerja langsung memberikan klarifikasi.

"Mengingat pentingnya posisi direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang secara penuh bertanggung jawab terhadap seluruh persiapan dan operasional penyelenggaraan ibadah haji Tahun 1453H/2014M. Serta demi tetap menjaga kewibawaan dan kepercayaan calon jamaah haji.

Oleh karena itu, hari ini Dirjen PHU Anggito Abimanyu menyampaikan surat pengunduran diri kepada Plt Menteri Agama, Agung Laksono," demikian pernyataan Kepala pusat informasi dan humas Kemenag RI, Zubaidi dalam surat edaran yang diterima awak media, di Kemenag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jum'at (30/05/2014).

Adapun isi dalam surat itu, Anggito juga meminta maaf pada kolega dan masyarakat atas pilihannya ini. Dan dirinya berharap, untuk penyelenggaraan haji tahun ini tak terganggu.

"Kepada jamaah haji dan umrah, calon jamaah haji, petugas haji, panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) di pusat dan daerah, serta seluruh stakeholder terkait dengan penyelenggaraan haji dan umrah, Anggito Abimanyu menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan selama memimpin Direktorat Jenderal PHU," demikian tertulis dalam surat itu.

.Lind@Ant/Rep/Dtk/J.21.

Kamis, 29 Mei 2014

Wagub Jabar, Deddy Miswar Dukung Prabowo-Hatta



BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar terang-terangan memilih Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pilpres 2014 mendatang. Orang nomor dua di Jawa Barat ini menyatakan sikap pribadinya, setelah mempertimbangkan banyak faktor. Salah satu faktornya, karena Deddy memiliki kedekatan pribadi dengan Prabowo.

Namun meski begitu, dia juga mengakui cukup dekat dengan calon presiden lainnya, Joko Widodo (Jokowi).

“Saya dengan Pak Prabowo dekat sejak masih mayor. Sedangkan dengan Mas Jokowi, saat saya pernah diajak menjadi wagubnya,” ujar Deddy kepada wartawan di Gedung Sate, Rabu (28/05/2014).

Deddy mengatakan lebih lanjut, sosok Prabowo berintegritas, terutama komitmennya pada nasionalisme. Kedekatan dengan Prabowo, sudah terjalin sejak masih muda yakni saat bergabung dengan perguruan pencak silat Satria Muda. Hal ini menurut Deddy, memperlihatkan sikap dan konsistensi yang bersangkutan pada negara.

''Konsistensinya pada negara sudah tak bisa diragukan lagi,'' katanya.

Sebagai pribadi yang nonpartisan Deddy menambahkan, ia sudah menjatuhkan pilihan. Yakni; untuk saat ini, negara membutuhkan Prabowo dan Hatta. Dan, DKI Jakarta masih membutuhkan sosok Jokowi.

Deddy mengatakan alasannya memilih duet Prabowo-Hatta telah melalui perenungan, pertimbangan hingga shalat istikharah. Deddy menilai Indonesia saat ini membutuhkan Prabowo sebagai presiden.

“Saya bukan tim sukses, tapi sebagai pribadi mendukung menilai Prabowo saat ini paling tepat,” kata mantan aktor papan atas ini.

.Lind@Ant/Rep/J.21.

Selasa, 27 Mei 2014

Kuasa Hukum Tim Advokasi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa Melaporkan Pelaku "black campaign" Ke Bawaslu



Jakarta - Kuasa Hukum Tim Advokasi pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Habiburokhman, melaporkan pelaku "black campaign" atau kampanye hitam ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Yang paling parah adalah kampanye hitam soal penculikan dan kerusuhan 1998. Ini adalah fitnah daur ulang yang kian marak hampir di seluruh media sosial," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin.

Habib mengatakan
, Prabowo diserang setidaknya oleh tiga jenis fitnah.

"Setidaknya ada tiga kampanye hitam terhadap Prabowo yang saat ini beredar di masyarakat. Kami ingin Bawaslu mengambil tindakan yang tegas," ujarnya.

Dia menyebutkan tiga fitnah itu adalah keterlibatan Prabowo dalam kasus penculikan dan kerusuhan 1998.

"Hal itu merupakan isu daur ulang yang selalu didengungkan saat Prabowo mencalonkan diri sebagai peserta pemilu presiden," katanya.

Fitnah lainnya, isu Prabowo meminta kewarganegaraan Yordania pada 1999 yang dihembuskan akun twitter @partaisocmed.

"Isu yang dilontarkan pengelola akun itu hanya didasarkan pada asumsi sepihak dan itu tidak disertai satu lembar bukti dokumen pun," kata dia.

Fitnah terakhir, kata Habib, isu pemukulan yang dilakukan Prabowo di Gedung KPU saat mendaftarkan diri sebagai peserta Pilpres 2014, Selasa (20/
05/2014).

Habib membantah Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu melakukan pemukulan, karena saat memasuki Gedung KPU, dirinya berada pada jarak tiga meter dari Prabowo. Saat itu, dia mengaku tidak melihat Prabowo melakukan aksi pemukulan.

"Jika memang Prabowo melakukan pemukulan seharusnya hal itu sudah beredar tidak lama setelah peristiwa terjadi, tapi nyatanya baru dua hari setelah pendaftaran, yaitu Kamis 22 Mei 2014, baru isu itu dihembuskan," katanya. 

.Lind@Ant/rep/JMP-21.

Senin, 26 Mei 2014

Remaja Laki-laki Ditemukan Tewas Berlumuran Darah, Dekat Gerbang Keluar Unika Soegijapranata Semarang



SEMARANG - Seorang remaja laki-laki, Zhoonathan Ivanqhow (19) warga Jalan Dworowati VI RT 1 RW 9 Kelurahan Krobokan Semarang Barat ditemukan tewas berlumuran darah, dekat gerbang keluar Unika Soegijapranata, di Jalan Pawiyatan Luhur dini hari tadi.

Adapun remaja tersebut tewas dengan sejumlah luka sabetan benda tajam di punggung, pinggang kiri, dan lengan kanan. Ia ditemukan warga sekitar pukul 01.45 WIB, Senin (26/05/2014).

Menurut penjaga keamanan Unika Soegijapranata, Samudi mengatakan, tadi ada warga melapor ke sini, tentang adanya seorang remaja mengalami luka parah sekali. Dan terus saya sama rekan saya cek, ternyata benar.

Sementara ditempat lokasi kejadian, polisi menemukan barang bukti sebilah pedang. Dan menurut Kapolsek Gajahmungkur, Kompol Meiliyan Rahmadi mengatakan dari keterangan saksi, diduga korban terlibat perkelahian. Dan korban tewas setelah dikeroyok tiga orang yang mengendarai dua sepeda motor.

"Menurut informasi ada satu teman korban yang terluka juga dan lari," tambah Rahmadi.

Atas hal kejadian tersebut, Polisi yang berada di lokasi langsung melakukan olah TKP, dan menemukan sejumlah barang bukti berupa pedang, topi, sandal jepit, dan sarung celurit. Namun belum diketahui apakah pedang tersebut merupakan alat yang digunakan untuk membunuh korban atau tidak.

"Bercak darahnya sedikit di pedang. Tadi sarung celuritnya juga sempat dibuang dan kami temukan,"
kata Rahmadi.

dirinya menambahkan, saat ini polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan mencari keberadaan rekan korban untuk mengejar pelaku. Sementara itu jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Semarang.

.Lind@Ant/Dtk/J.21.

Minggu, 25 Mei 2014

Untuk Dukungan Prabowo-Hatta, Golkar Targetkan Perolehan Suara Diatas 50%



JAKARTA - Partai Golkar menargetkan dan mampu memenangkan perolehan suara pasangan capres Prabowo Subianto-cawapres Hatta Radjasa di atas 50 persen. Hal itu dikatakan Ketua Tim Sukses Pemenangan Partai Golkar, Mahyudin.

Dan ia menyatakan lebih lanjut, dari gabungan partai koalisi, Golkar memiliki suara terbesar, yaitu 14,75 persen. Dengan demikian, Golkar merupakan garis depan untuk memenangkan pasangan Prabowo-Hatta.

Apalagi Ketua Umum Partai Golkar telah menekankan kepada seluruh kader untuk mengamankan suara perolehan Golkar, yang berdasarkan hasil dari Pemilihan Legislatif 9 April lalu sebesar 18 juta suara,”jelasnya.

Untuk itu dia mengatakan, bahwa pengamanan suara ini antara lain dengan melakukan konsolidasi di seluruh wilayah Indonesia, dan melakukan rapat koordinasi serta sosialisasi ke lapisan paling bawah.

“Jadi hingga saat ini suara Partai Golkar tetap bulat, sesuai dengan amanat Ketum yang juga merupakan hasil dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar,” menurut Mahyudin.

selanjutnya ia menegaskan, Partai Golkar optimis akan memenangkan pasangan Prabowo-Hatta, dengan hasil gabungan partai koalisi yang telah terkumpul sebanyak 48 persen.

.Lind@Ant/Dtk/Els/JMP-21.