Senin, 04 November 2013

Ahmad Fathanah Divonis 14 Tahun Penjara

Jakarta -  Terdakwa perkara dugaan penerimaan suap dan pencucian uang terkait penetapan kuota impor sapi, Ahmad Fathanah divonis 14 tahun penjara dan didenda Rp. 1 miliar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (4/11/2013).

Adapun Ahmad Fathanah terbukti secara sah melakukan tindakan korupsi dan pencucian uang dalam penetapan kuota impor sapi.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum menuntut Fathanah dengan 17,5 tahun penjara. Namun dalam vonis lebih ringan dari tuntutan, karena Fathanah tidak terbukti melakukan beberapa poin dalam dakwaan.

Sementara itu Ayu Azhari, artis yang sempat terkait Fathanah, tetapi akhirnya diputuskan terbebas dari jerat kasus tersebut, karena dinilai hanya berhubungan secara profesional.


.LIND@Ant/MN/J.21.

Presiden SBY: “Memecahkan Persoalan Dan Tantangan Bangsa Harus Mengedepankan Cara Rasional”

BOGOR – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkritisi sikap-sikap yang lebih mengedepankan dengan cara emosional dibandingkan rasional untuk memecahkan persoalan dan tantangan bangsa. Menurutnya, salah satu penyebabnya tak lain jelang pemilu. Banyak pihak yang mengatasnamakan rakyat, tetapi solusi yang ditawarkan tidak rasional. 

“Saya harus katakan, kadang-kadang di negeri kita terlalu banyak pikiran dengan cara-cara emosional. Dan Kurang subur terhadap pikiran dan tindakan yang rasional. Apalgi kita sekarang ini sedang persiapan pemilu,” katanya saat silaturahim dengan Kadin di Istana Bogor, Senin (4/11/2013). 

Menurut Presiden SBY lebih lanjut, semua pihak harus sadar, Indonesia harus terus membangun dan jangan terpengaruh pada situasi politik yang sedang memanas. Perekonomian harus tetap bergerak, jangan sampai segala sesuatunya untuk kepentingan politik ataupun kepentingan pemilihan presiden. 

Presiden khawatir, kebijakan ekonomi yang seharusnya rasional menjadi terbenam demi kepentingan politik atau sesuatu yang emosional. Apalagi jika kebijakan yang diambil ternyata dianggap tidak pro rakyat, padahal justru kebijakan tersebut rasional. Akibatnya, lanjut presiden, orang yang berpikir jernih untuk masa depan Indonesia justru tidak mendapat tempat karena kebijakan yang dianggap tidak pro rakyat. 

“Bisa jadi, untuk kepentingan politik, kepentingan pilpres, yang diceritakan sesuatu yang emosional, kurang rasional. Sehingga orang yang berpikir jernah tidak dapat tempat, takut dianggap tidak pro rakyat, tidak nasional, dan sebagainya,” katanya. 

Menurutnya, kecurigaan masyarakat bahwa kebijakan yang diambil tidak pro rakyat atau tidak pro Indonesia, justru bisa mencelakakan negara di masa depan. Karena ada tekanan untuk mengambil kebijakan yang barangkali tidak tepat, tetapi terpengaruhi situasi politik.
“Pada saat pemilu selesai, kita keliru kita. Karena hanya untuk meramaikan kampanye biar dianggap mereka yang paling mencintai negerinya, yang lain tidak. Sehingga solusi pikirannya barangkali keliru. Rakyat tak sempat katakan keliru, tapi sejarah mencatat,” katanya.
.LIND@Ant/Rep/J.21

Sekepil Iklan:

Atas nama pribadi dalam Jurnalis Media Kemandirian, mengucapkan:


Selamat Tahun Baru Hijriah 
( 1Muharam1435H / 05/11/2013)

"Semoga Dalam Tahun Baru Hijriah ini, Sebagai / Menjadi Momentum Umat Islam Indonesia Menuju Kerahmatan, Kedamaian Dan Kemajuan bagi Tatanan Kehidupan Bangsa, Negara Dan Masyarakat"

Minggu, 03 November 2013

KPK Tetap Mendalami Keterlibatan Budi Antoni Al Jufri

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Empat Lawang, Budi Antoni Al Jufri sebagai saksi untuk tersangka mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar dalam kasus suap pengurusan sengketa pilkada di daerah.

Dalam pemeriksaan kasus tersebut, KPK mendalami keterlibatan Budi Antoni Al Jufri terkait pemberi suap lainnya dalam kasus ini. 

"Dia diperlukan dalam keterangan yang menurut penyidik bisa diperoleh dari Bupati Empat Lawang untuk tersangka AM (Akil Mochtar)," kata juru bicara KPK, Johan Budi SP.

Johan juga menjelaskan, bahwa pemeriksaan terhadap Budi Antoni terkait dengan kewenangan Akil Mochtar sebagai hakim konstitusi yang menangani sengketa pilkada di daerah. Apakah terkait dengan pilkada di Kabupaten Empat Lawang dan Kota Palembang, namun ia enggan menyebutkannya.

Saat ditanya, apakah Budi Antoni AL jufri dapat diduga sebagai pemberi suap lainnya dalam sangkaan suap baru kepada Akil. Dalam sangkaan baru tersebut, Akil dijerat dengan pasal 12B Undang Undang Nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sementara mengenai penggeledahan di kantor Bupati Empat Lawang beberapa waktu lalu, menurutnya ada jejak-jejak tersangka seperti dokumen yang telah disita dan sedang didalami penyidik. Kasus ini, lanjutnya, masih dalam pengembangan penyidik.

"Saya kira informasi yang muncul duluan tentang Palembang dan Empat Lawang. Ini diduga berkaitan dengan pilkada Palembang dan Empat Lawang. Soal siapa pemberinya itu sedang didalami, belum disimpulkan," tegas Johan.


.LIND@Ant/KPK/J.21.

Ketua DPP Gerindra, Prabowo Subianto Ajak Pelajar, Mahasiswa Dan Warga Indonesia Di luar Negeri Untuk Bersama-sama Membangun Indonesia

London - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengajak mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Luar negeri, khususnya di Belanda untuk ikut bersama-sama membangun Indonesia. Ajakan itu disampaikan Prabowo di Den Haag, Belanda saat bersilaturahim dengan para pelajar dan mahasiswa serta warga negara Indonesia yang tinggal di Eropa akhir pekan lalu. Dimana hal tersebut, seperti yang dikutip oleh Kepala Pambinaan Pelajar dan Mahasiswa DPP Partai Gerindra, Dirgayuza di London, Minggu (03/11/2013), dalam acara yang dihadiri ratusan warga Indonesia.

Sementara menurut dia, Prabowo dalam awal ceramahnya menceritakan kondisi ekonomi terkini yang dialami oleh bangsa Indonesia, seperti halnya pada jaman penjajahan Belanda. Saat ini sebagian bangsa Indonesia seolah-olah bekerja untuk kemakmuran bangsa lain dan sebagian rakyat, hanya menjadi pesuruh di negeri sendiri. Sementara sebagian kekayaan sumber daya alam mengalir ke luar negeri.

 "Dahulu kita bisa menyalahkan Belanda, sekarang sudah tidak bisa lagi," ujar Prabowo.

Lebih lanjut Prabowo mengatakan, kondisi yang saat ini dialami oleh bangsa Indonesia serupa dengan isi pidato "Indonesia Menggugat" oleh bung Karno. Hanya bedanya, menurut Dirgayuza mengutip keterangan Prabowo, jika bung Karno menghitung kebocoran kekayaan bangsa dalam mata uang Gulden, namun kalau Prabowo menghitung kebocoran bangsa dalam mata uang dolar Amerika Serikat.

Dalam akhir pidatonya, Prabowo mengakhiri dengan mengajak segenap masyarakat Indonesia di Eropa untuk pulang dan bersama-sama membangun Indonesia. Dan ia menjanjikan, jika dirinya mendapatkan mandat kepercayaan untuk menjalankan pemerintahan tahun depan, ia akan membuka kesempatan bagi putera dan puteri terbaik bangsa untuk bersinergi khususnya di sektor publik.

"Jadi saudara sekarang memiliki kesempatan yang baik untuk belajar dari bangsa Eropa. Oleh karena itu, raih ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya, dan pada waktunya saudara harus kembali dan ikut membangun Indonesia. Tantangan harus kita hadapi dengan positif,” kata Prabowo menjelaskan.

Kekurangan dan kelemahan bangsa Indonesia, menurut dia, harus diketahui dan dicarikan solusinya.

 "Solusinya ada, potensinya ada, dengan tidak terlalu dibikin susah dan asal ada kehendak yang keras, Indonesia bisa menjadi kekuatan dunia yang berwibawa" kata Prabowo mengakhiri pembicaraan.


.LIND@Ant/Rep/J.21.


Sabtu, 02 November 2013

Kompolnas Meminta Kapolda Jateng Telusuri Penyebar Foto Bugil



Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional meminta Kapolda Jawa Tengah menelusuri foto bugil Kapolsek Wonogiri, Jawa Tengah, AKP MS, yang tersebar ke dunia maya.

"Cari tau penyebar, siapa yang diuntungkan, apakah Kapolsek itu sendiri yang menyebarkan. Ini menurunkan citra dan martabat anggota Polri," kata anggota Kompolnas Edi Saputra Hasibuan di Jakarta, Jumat (01/11/2013).

Edi juga mendesak Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) untuk segera memeriksa Kapolsek tersebut sehingga bisa diketahui bagaimana foto seronok tersebut bisa beredar di dunia maya. "Ini merugikan Polri, sudah seharusnya jadi perhatian Kapolda," ujarnya.

Dirinya mengatakan lebih lanjut, meski tujuannya untuk kepentingan pribadi, anggota kepolisian yang foto seronoknya tersebar di dunia maya perlu diberi sanksi.

"Apakah (sanksi) administrasi atau teguran. Mari sama-sama jaga citra Polri, sehingga polisi tidak selalu jadi kritikan dan sorotan masyarakat," katanya.

Setelah muncul foto bugil polwan ajudan istri Kapolda Lampung, Brigadir RS, beberapa waktu lalu, muncul kembali foto bugil anggota kepolisian di dunia maya. Padahal AKP MS diketahui merupakan Kapolsek Wonogiri, Jawa Tengah.

Diketahui, dari sebanyak 13 foto seronok laki-laki berseragam kepolisian itu menyebar di dunia maya sejak 28 September lalu.

.LIND@Ant/MN/J.21.

Jumat, 01 November 2013

Psikolog UGM Yogyakarta, Kwartarini Wahyu Yuniarti: “Pengenalan Potensi SDM Dengan SDA Sangat Penting Dilakukan Untuk Membangun Dan Mengembangkan Generasi Muda Indonesia”



Yogyakarta –Pengenalan terhadap potensi sumber daya manusia maupun sumber daya alam penting dilakukan untuk membangun dan mengembangkan generasi muda Indonesia, kata psikolog dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Kwartarini Wahyu Yuniarti, Jumat (1/11/2013).

Dirinya menjelaskan, bahwa hal itu bisa dimulai dari mekanisme mikro hingga level makro sejarah bangsa. Penggemblengan generasi muda bisa dilakukan melalui enam pilar 'human capital', yakni intelektual, emosi, sosial, etika, spiritual, dan kesehatan tanpa kehilangan jati diri kebangsaan.

Adapun cara penggemblengan dapat dipelajari melalui pengenalan dalam dunia akademik melalui penelitian dengan pendekatan psikologi indigenous.

Pendekatan psikologi indigenous adalah cara untuk memperoleh "kaca benggala" dengan presisi tinggi bagi refleksi data studi ke dalam populasinya.

"Langkah pembelajaran dengan tingkat repertoar tinggi yang dilakukan secara sengaja dengan memasukkan berbagai cerita kebesaran bangsa dibutuhkan untuk memotong lingkaran aktivasi mentalitas kolonial," katanya.

Selain itu Dia menerangkan, hal itu juga diperlukan pengembangan program yang lekat pada setiap tahapan perkembangan anak untuk menginisiasi pola mental dan perilaku yang penuh keyakinan diri dan tidak inferior. Dan ke depan pola tersebut diharapkan bisa melahirkan individu dan masyarakat yang kuat dalam mengenali dirinya.

Melalui enam pilar "human capital" yang mapan dalam repertoar perilaku yang disengaja, diharapkan bisa meniadakan kesenjangan karakter. Selama ini masyarakat banyak mengimplementasikan teori-teori psikologi Barat di Indonesia. Aktivasi mental kolonial akan menjadi hambatan bagi bangsa ini untuk menjadi berani lebih kritis dalam menerima teori-teori asing. Hal itu berbahaya, karena memungkinkan kita mengambil kesimpulan yang secara tidak disadari bukan menjadi bagian dari populasi studi lokasi di Indonesia," terangnya.

.LIND@Ant/Rep/J.21.