Minggu, 15 April 2018

Secuil Catatan Dari Sahabat: “Menguak Misteri Lukisan ‘Pijak Kaki Kupu-Kupu’ Karya MT Mudjaki”

Menapak jejak dari sekian beberapa lukisan karya MT Mudjaki atau yang dikenal dengan panggilan bang Jacky, hampir rata-rata tervisualkan wujud berupa lukisan kaligrafi, pemandangan alam, foto wajah manusia dan binatang. Tetapi, ada salahsatu karya lukisannya yang membuat diri saya tertarik, kagum dan penasaran. Hal ini dikarenakan lukisannya tersebut begitu unik, centil dan murni fitur ‘Art pornografis’. Disamping itu diketahui, merupakan sebuah lukisan hasil daya inspirasi dari penjabaran sketsa yang terendap dan dikubur hampir sepuluh tahun lamanya, kedalam bentuk salahsatu aktualisasi yang selaras dan sejiwa ada pada buku antologi puisi ‘KESEDERHANAAN’ karyanya, yang berjudul ‘Pijak Kaki Kupu-Kupu’. Hingga pada tanggal 29 Agustus 2017, baru diwujudkannya.

Sementara itu karya lukisannya tersebut jika diamati dalam sapuan goresan warna dan komposisinya, sekilas memiliki nilai kesan suatu apresiasi begitu sederhana, artistic, hidup, cantik dan naturalis. Namun apabila dikaji dan dihayati lebih mendalam, sarat memiliki nilai-nilai sentuhan nurani, kekuatan gejolak energy, serta banyak menyimpan kandungan ruh penuh misteri, fenomenal dan realita.

Adapun untuk mengetahui lebih jauh, serta dapat menguak misteri; apa arti-makna yang ada pada lukisan ‘Pijak Kaki Kupu-Kupu’ karyanya, alangkah baiknya kita harus mengetahui, membaca dan meresapi isi maupun kandungan yang terdapat dalam karya puisinya terlebih dahulu.
Dan karya puisinya adalah sebagai berikut:
Pijak Kaki Kupu-Kupu

Pijak kaki kupu-kupu menapaki senja hari
Dari balik kamar, pada keremangan sebuah lampu teplok
Bias cahayanya menelanjangi keredupan, bola mata berkaca-kaca
Tebalkan sebuah mimpi dalam bayangan hitam legam
Menghisap resapan madu bunga kehidupan
Tetes demi tetes, bening demi bening, lapis demi lapis
Membuai keresahan, desah nafas benang-benang sari

Pijak kaki kupu-kupu membuka langit, meraupi bintang-bintang
Yang telah usai menikmati pengharapan jiwa raga terlumati
Pada lukisan penuh warna-warni, tergores kerutan wajah-wajah silam
Membingkai bercak-bercak noda, menghangati asmara ternilai harga
Sampai tak mengenal lagi, siapa sang penoreh yang mengurai kemolekkan
Mulus tubuhnya, membentang pada sayap-sayap cakrawala

Pijak kaki kupu-kupu tanggalkan tanda sembunyi didedaunan
Membiru bisu, menghitam diam, memerah pasrah
Redup sayup, dalam penantian tersapu kesaksian; angin, air, dan tanah
***
(ST, 19/10/07-Semarang)

Dari hal tersebut diatas, maka pada akhirnya kita akan tahu dan mengerti arti-makna dibalik misteri yang terdapat;  ada pada lukisan karya realitanya. Bahkan bathin dan jiwa diri kita akan diajak kedalam ranah sebuah imaginasi alur kehidupan yang tersimpulkan pada masa menuju pintu senja, bayangan masa lalu, penyesalan, air mata, taubat dan kepasrahan atas akhir hidup, yakni: ‘Sosok Seorang Perempuan Jalang’.

.Catatan Dalam Sebuah Pertanyaan Yang Tak Terjawab.
Sementara itu, ketika diri saya beberapa kali menanyakan soal siapa sosok perempuan jalang yang tertuang ada dalam karyanya, baik itu berupa bentuk puisi maupun lukisan tersebut. Diri MT Mudjaki selalu hanya tersenyum dan berkata:

“Tak perlu engkau tahu, siapa dirinya. Dan biarlah fitrah imaginasiku yang telah tertuang menjadi karya-karya tersebut, cukup aku dan tuhan yang mengetahuinya saja”.

Atas jawabannya yang selalu dan selalu itu, akhirnya aku menutup catatan, menyerah pasrah, dan menghormatinya. Apalagi dirinya adalah sahabatku yang paling dekat dan terbaik.

 (Doc. Catatan&Arsip@e-mail)