Senin, 30 September 2013

Sekepil Parameter Kepercayaan rakyat Dalam Sebuah Demokrasi Modern



 Oleh: MT. Mudjaki

Demokrasi modern dalam kerangka pigura paham kebangsaan dan keragaman, tentunya menjadi suatu landasan moral dengan menjunjung nilai – nilai kerakyatan yang berkeadilan, beradab, bermartabat dan berbudaya. Serta berpijak melakukan penetapan sebagai pejuang, pemegang amanat dan penyambung lidah suara rakyat. Hal itu, merupakan domain dilihat dari esensi dan absolute tidak boleh untuk dilanggar oleh siapapun, termasuk penganut paham tersebut. Namun kenyataannya, apakah ketika telah menjadi seorang pemimpin atau penyelengara negara, sudahkah menanamkan niat dan tekad berjuang untuk rakyat?.
Sementara, banyak saat dimana semangat berpolitik dari para aktor politik dengan mendirikan sebuah Partai Politik (ParPol) yang diiringi gagasan, tertuang visi misi dan tertebar janji-janji katanya baru; untuk / demi rakyat. Padahal disadari dan tahu ataupun tidak, logikanya dengan bermunculnya banyak parpol akan menambah besarnya cost yang dikeluarkan guna mendapatkan dukungan dan pilihan bagi partainya, belum lagi pada saat parpol berkoalisi mencalonkan atau mendukung siapa yang dapat memimpin negeri ini, bahkan ketika dalam pelaksanaan pemilihan terjadi dua kali masa putaran. Hal ini, tentunya menjadikan grafik tingkat pengawasan Negara dalam penggunaan anggaran semakin ketat, serta dapat / akan mempengaruhi kondisi ekonomi yang pada saat ini dalam fase recovery masih tarap kembang kempis dan belum mampu mendongkrak senigfikan perekonomian Negara secara global. Dampaknya anggaran – anggaran Negara perlu melakukan lebih orientatif, efesien, efektif dan selektif.
Pada dasarnya rakyat itu ‘nrimo ing pandum’ (Jawa, red) artinya menerima apa adanya yang telah menjadi ketetapan. Dengan tidak hanya melihat dan menunggu. Tetapi dapat merasakan langsung, bagaimana nantinya para wakil rakyat yang telah diberi kepercayaan dapat memegang amanat dan berjuang sebagai penyambung lidah suara rakyat, guna dalam perbaikan, penataan  dan kebijakan yang berpihak, tentunya untuk tarap kesejahteraan bagi rakyat. Namun jika diingkari akan ‘ora narimo olehe gandum ing jerone pandum’ artinya; tidak dapat menerima apa yang diharapkan dari suatu kepercayaan dalam ketetapan. Jika hal ini terjadi, maka segala kepercayaan tersebut akan diminta kembali dan dapat menimbulkan suatu pengalaman sejarah pahit terulang kembali. Untuk itulah sebagai anak bangsa yang telah mendapatkan kepercayaan sebagai pemimpin Negara dan para wakil rakyat diharapkan dapat memenuhi dengan menempatkan kebijakan selaras kepentingan rakyat, jangan sampai dalam sekepil sebuah ‘Antologi puisi karyakoe’; Awal kau taburkan…tengah kau tumbuhkan….dan akhir kau hancurkan.
 .Doc: MTM, 220910.

“BILA” Karya MT. Mudjaki Cermin Sebuah kritik Fenomenal Rasa Nasionalisme



Bila ruang kekuasaan saling berbenturan

Bila anarkis membudaya

Dan kebersamaan menjadi bara dendam

Membuat Merah Putihku terkoyak

Bertaburan bungga-bunga kematian

Tak berarti..............



Bila hidup sudah tak bermoral

Bila korupsi merajalela

Dan kemakmuran menjadi kesengsaraan

Membuat Garudaku tercabik

Berguguran daun-daun ranting kering

Tak berharga..............



Bila cinta kasih digantikan hasutan

Bila toleransi menjadi kebencian

Dan kepalsuan menyelimuti kejujuran

Membuat Bhinneka Tunggal Ekaku terbelah

Bertebaran buih-buih riak gelombang

Tak bernilai.................



Bila cita-cita terselubungi kebusukan

Bila keadilan dikalahkan ambisi kepentingan

Dan suara hati menjadi hujatan

Membuat Pancasilaku tersobek

Berhamburan puing-puing hitam legam

Tak berguna..................



Oh, Negeriku........

Oh, Bangsaku.......

Semesta cinta jiwa ragaku;

Untukmu, Indonesiaku.................



.Kelud Selatan, 150806-Semarang.




Kalau kita cermati dan kaji lebih dalam, karya-karya MT. Mudjaki  yang terdapat didalam buku ‘KESEDERHANAAN’ puisi antologinya. Salah satu karya yang tersebut diatas begitu fenomenal, sarat sebuah kritikan dan tajam akan realita yang terjadi. Dimana, aktualisasi dan aprisiasi begitu menonjol, padat dan terbentuk wujud rasa kebangsaan (nasionalisme). Meskipun dituangkan dalam tulisan yang begitu sederhana.
Oleh karenanya, karya tersebut tentunya dapat sebagai bahan renungan, pijakan dan introspeksi bagi elemen bangsa ini. Baik itu pemegang penyelenggara negara, aparat penegak hukum, politikus, pengusaha, budayawan, pemuka agama dan tentunya rakyat itu sendiri. Apalagi kita tau, bangsa ini telah melampaui beberapa perubahan yang belum maksimal terbentuk wajah kenyataan dari cita-cita/harapan yang diperjuangkan.

.EG’ 13.
 

Sabtu, 28 September 2013

Animasi Karya Team Egar Rose: 'Kesederhanaan Arti Sebuah Persahabatan'



Manfaat Tanaman Buah Labu



Labu atau dalam bahasa asingnya dikenal dengan nama Cucurbita adalah tumbuhan merambat penghasil buah dengan ukuran besar. Tumbuhan ini banyak terdapat di Amerika Utara, Eropa tengah, Australia, Selandia Baru, India dan negara lainnya. Buah labu atau jg dikenal waluh atau pumpkin, merupakan tumbuhan yang terbagi lima jenis yaitu:

-          Cucurbita moschata
-          Cucurbita maxima Duchenes
-          Cucurbita mixta Duchenes
-          Cucurbita ficifolia Bouche
-          Cucurbita pepo


Adapun nama “labu” secara awam juga dikatagorikan dalam beberapa anggota suku labu-labuan di luar Cucurbita. Seperti halnya bligo, labu ular, dan labu siam. Sementara labu berwarna oranye, jika dipotong buahnya mempunyai penampang yang berbentuk bintang. Dengan biji besar dan berwarna coklat. Buah ini renyah saat dimakan, rasanya manis dan sedikit asam. Buah ini banyak mengandung vitamin A.
Tanaman Cucurbita dari kelima jenis tersebut diatas, mempunyai ciri-ciri yang hampir sama, yakni:
-          Buahnya berwarna kuning
-          Berbentuk bulat pipih, lonjong, atau panjang dengan banyak alur (15-30 alur)
-          Ukuran pertumbuhannya cepat sekali, mencapai 350 gram per hari. 
Dari hasil penelitian dari Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC) Fakultas Farmasi UGM dan IPB menunjukkan; bahwa tanaman labu sangat bermanfaat/berkhasiat sebagai berikut:
1.     Daun labu berfungsi sebagai sayuran
2.     Air buahnya berguna sebagai penawar racun binatang berbisa
3.    Bijinya menjadi obat cacing pita dan dapat dijadikan kuaci
4.    Daging buahnya mengandung antiokisidan sebagai penangkal kanker, penyembuhan radang, pengobatan ginjal, demam, dan diare
5.    Mengandung Karotenoid (betakaroten), Vitamin A dan C, mineral, lemak serta karbohidrat. Labu mempunyai banyak varietas, dari lebih 40 jenis labu, baru sedikit yang dimanfaatkan manusia sebagai bahan pangan
6.     Dapat mengobati tekanan darah tinggi, menurunkan panas, diabetes dan memperlancar proses pencernaan.
7.     Dapat digunakan sebagai masakan, beragam jenis hidangan kolak, sup, cake

.Doc: MTM@Team.