Minggu, 31 Desember 2017

Gedong Songo Dalam Pijar Gebyar Kembang Api Pergantian Tahun Baru

Gedong Songgo – Memasuki puncak pergantian tahun 2017 ke tahun 2018, suasana tempat kawasan wisata candi Gedong Songo terlihat penuh sesak para pengunjung wisata. Baik itu pengunjung lokal daerah setempat maupun luar daerah, Minggu (31/12/2017) pukul 16.35 WIB.

Dan hal tersebut terus bergerak ramai dan bertambah sesak, tepat puncak pergantian tahun baru (01/1/2018), yakni pukul 00.00 WIB.

Namun dari suasana tersebut terpecah konsen semakin terasa hidup dan semarak, pada saat pelepasan pijar kembang api. Apalagi keadaan langit begitu cerah dengan temaram terang bulan.

Sementara guna mengatisipasi keamanan, ketertiban dan keselamatan (K3) bagi para pengunjung wisata di kawasan tersebut. pihak Dinas pariwisata maupun Dinas perhutani bekerjasama dengan pihak aparat Polsek Sumowono (Bhabinkamtibmas), Koramil 10 (Babinsa), Dalmas, Polsekta Bandungan, Dishub, Satpol PP, Linmas, dan Diskes kecamatan/kabupaten semarang.

Dari atisipasi K3 itu, setiap personil jajaran aparat, terutama Bhabinkamtibmas dan Babinsa senantiasa melakukan tindakan patroli. Hal ini sebagai bentuk upaya pelayanan bagi para pengunjung di tempat wisata tersebut konndusif, tertib dan aman.


.Doc: MTM/pede21/Media Online Network Jateng.

Minggu, 24 Desember 2017

P3 Potensi Destinasi Pariwisata Kabupaten Semarang Sangat Diperlukan

Oleh: MT. Mudjaki

Penyelenggaraan perawatan, penataan dan pengelolan (P3) potensi destinasi pariwisata yang ada di wilayah Kabupaten Semarang sangat perlu dilakukan, dan terus ditumbuhkembangkan. Hal ini dapat memberikan nilai point dan kontribusi tersendiri, khususnya bagi warga lingkup setempat; desa.

Apalagi diketahui daerah wilayah kabupaten Semarang banyak terdapat dan memiliki nilai-nilai potensi pariwisata. Tidak hanya sebatas Bandungan dan candi Gedong Songgo saja, namun lebih dari itu, seperti; Curug tujuh bidadari, Klenting Kuning, Rawapening,Tirta Sido Muncul, Curug Watu Kelir, Puncak Alam Sukorini dll.

Penyelenggaraan P3 potensi destinasi pariwisata tersebut diketahui merupakan otonomi sepenuhnya oleh pemerintah daerah, sebagaimana yang pengaturannya telah diselaraskan atau disesuaikan dan ditetapkan pada UURepublik Indonesia No.32 Th 2004 tentang peraturan pemerintah daerah atas hak, wewenang dan kewajiban otonom daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai perundang-undangan.  Termasuk dalam mengatur dan mengurus segala sesuatu yang dianggap penting; strategis dan berdaya guna bagi daerahnya.

Namun dari hal tersebut, tentunya tidak mencangkup pada urusan yang telah diatur dan diurus oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah yang lebih tinggi (yang tertuang dalam peraturan pemerintah No.38 Th. 2007+rangka penguatannya PerMendagri No.30 Th 2006). Hal ini agar terarah, terukur, dan tidak terjadi tumpang tindih.

Sementara untuk penyelenggaraan P3 potensi destinasi pariwisata yang perlu untuk diperhatikan yakni;
-          Ijin pendirian pondok wisata
-          Pungutan pajak penginapan; hotel dan warung makan/restoran
-          Distribusi lahan parkir, hiburan dan rekreasi
-          Tata ruang K3 (Keamanan, Ketertiban dan Keselamatan)
-          Kesinergian tata kelola pada karakteristik budaya dan adat istiadat setempat
-          Tata grafitasi dan jadwal masa liburan (hari raya maupun tahun baru)

Dari yang tersebut diatas, maka perkembangan dalam penyelenggaraan destinasi pariwisata akan terlihat wujud pesonanya, dan bahkan akan menjadi sebuah nilai aset loko andalan bagi pertumbuhan; peningkatan perekonomian daerah maupun Negara.


.Doc. Arsip Artikel: MTM/pede21/Media Online Network Jateng. 

IPHI Kabupaten Semarang Adakan Khitan Masal Anak Sholeh

Ungaran – Dalam rangka meningkatkan nilai kepedulian sosial terhadap anak Sholeh yang kurang mampu dan yatim piatu. Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Semarang mengadakan khitan masal.

Adapun penyelenggaraan khitan masal tersebut dilakukan di Aula serba guna masjid Agung Al Mabrur, Ungaran, Minggu (24/12/17) pukul 07.00 WIB. dan khitan masal tersebut sudah dilakukan yang ke- III kalinya.

Menurut ketua panitia penyelenggara acara tersebut, H. Idris mengatakan, khitan masal untuk tahun 2017 ini Alhamdulillah diikuti oleh peserta lebih dari apa yang kita perkirakan, yakni 78 anak.

“Padahal kita hanya menargetkan 70 peserta saja. namun atas kebijakan dan kebetulan peserta anak tambahan jauh-jauh sudah datang, ya otomatis kita berikan toleransi untuk diikut sertakan,” katanya.

Idris selanjutnya menambahkan, untuk anggaran acara khitan masal ini ditanggani 10 tenaga medis, 15 perawat. Dari hal tersebut pihaknya bekerjasama dengan pihak RSUD Ungaran dan Ken Saras. Sementara untuk dana anggarannya murni tanpa bantuan dari APBD maupun pemerintah, melainkan dana anggaran kemandiran bantuan dari para donatur yang terwadahi dalam IPHI.

“Jadi anggaran acara ini benar-benar murni dan mandiri dari para donator IPHI. Dan Alhamdulillah dana anggara untuk acara khitan masal ini mencapai lebih dari apa yang kita harapkan sebesar 28 juta dari 25 juta,” tambahnya.

Acara khitan masal anak sholeh terlihat sangat ramai dan banyak mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat.

Dan diketahui, dari para peserta yang ikut dalam khitan masal mendapatkan uang tali asih sebesar Rp 100 ribu, seperangkat peci, baju muslim, sarung, dan makanan.


.Doc: MTM/GDN/pede21/Media Online Network Jateng

Jumat, 22 Desember 2017

Kesinergian Bersama Dalam Tugas Bagi Kepentingan Masyarakat Desa Tak membedakan Istitusi

Sumowono – “Setiap dalam menjalankan tugas bagi kepentingan masyarakat dusun/desa wilayah kecamatan Sumowono, baik dari pihak jajaran Babinkamtimas Polsek maupun Babinsa Koramil 10/TNI AD senantiasa tetap bersinergi bersama. Hal ini sudah bagian komitmen kami bersama,” tutur Polsek Sumowono, AKP Wiyono, saat menghadiri acara malam puncak ‘Merti Dusun’ Sukorini, Kemitir, Rabu (20/12/17).

Selanjutnya Kapolsek menambahkan, apapun bentuknya, kalau soal bagi kepentingan masyarakat dusun/desa tentunya harus diprioritaskan. Termasuk mengenai Ketertiban, Keamanan dan Keselamatan (K3).

Atas pernyataan AKP Wiyono tersebut diamini oleh Serka Djaenuddin selaku wakil dari pihak Danramil 10/TNI AD, Kapten Totok S.

“Dari kesinergian bersama dalam menjalankan tugas, biasanya kita tunjukkan dengan ngopi bersama, dan tidak ada yang dibeda-bedakan,” ucap AKP Wiyono mengakhiri pembicaraan.

Maka tidak mengherankan setiap ada giat yang dilakukan masyarakat dusun/desa wilayah kecamatan Sumowono, baik itu karnaval HUT, Merti dusun dll selalu berjalan dengan baik, aman, tertib dan sukses.

.Doc: MTM/GDN/pede21/Media Online Network Jateng


Sekilas Banding Klip Video Reog ‘Turonggo Seto’ Vs ‘Turonggo Jati’ Saat Tampil Di Dusun Sukorini, Kemitir-Sumowono



.Doc.Video by JKY@21

Gebyar ‘Merti Dusun’ Sukorini, Kemitir Penuh Semarak

Sukorini – Menumbuhkan apresiasi rasa syuhkur atas kesejahteraan dan kemakmuran yang diberikan Tuhan yang maha Kuasa atas dusun Sukorini, Kemitir-Kecamatan Sumowono telah berjalan sukses dan semarak.

Sementara agenda merti dusun tersebut diawali sebelumnya dengan agenda lomba sepak bola pakai sarung antar RT/RW wilayah setempat (18-19/12/17), penyerahan hadiah, dan dilanjutkan malam acara puncak satu panggung hiburan, yakni  gebyar Reog ‘Turonggo Jati’ dan orkes dangdut ‘Irlanda’ (20/12/17).

Menurut mantan Purn. TNI AD Koramil 10, Pelda IY. Sugandhi mengatakan, merti desa ini merupakan sebuah acara yang dapat memberikan nilai tersendiri bagi masyarakat desa sini. Dan merupakan sebuah bentuk apresiasi  yang punya makna syukur yang mendalam.

Adapun dalam acara puncak kemeriahan dan kesemarakan merti dusun itu, Sugandhi menambahkan, bahwa acara tersebut dihadiri oleh masyarakat yang tidak hanya dari daerah dusun/desa setempat. Namun juga dari dusun/desa luar daerah.

“Meskipun dalam acaranya berkabut dan hujan. Tapi masyarakat tetap antusias menyaksikan," tuturnya tersenyum.

Sementara itu, guna mengatisipasi hal-hal soal keamanan dan ketertiban pada malam acara pucaknya, pihak Kalposek Sumowono bekerjasama dengan pihak Koramil 10, dan hal tersebut langsung dipimpin oleh Kapolsek AKP Wiyono.

Terlihat pada malam acara puncaknya gebyar merti dusun penuh semarak, meriah dan ramai.


.Doc: MTM/GDN/pede21/Media Online Network Jateng.

Selasa, 05 Desember 2017

Tanaman Lombok Desa Kemitir, Sukorini Yang Terserang Penyakit Misterius Akhirnya Terjawab Dan Mendapatkan Solusi Pencegahan

Kemitir – Menindaklanjuti pemberitaan dari hasil identivigasi atas adanya laporan soal tanaman lombok yang terserang penyakit misterius milik salahsatu petani lombok, Siyono (66) yakni pada Minggu (22/10/2017) lalu akhirnya telah terjawab dan mendapatkan solusi. Dan dari solusi tersebut langsung ditangani oleh pihak kepala BPP Kecamatan Sumowono, Antonius Sudjono, melalui petugas PPL Samiyadin, dengan penanganannya dilakukan terjun langsung ditempat lahan petani Lombok tersebut, selasa (28/11/17) pagi. Yang kemudian ditindaklanjuti secara intensif, yakni dengan penyuluhan pencegahan terpadu, yang terjadwalkan Minggu (03/12/17) bersama dengan petani lombok lainnya.

Adapun untuk mengetahui hasil solusi penanganannya dapat dilihat pada hasil rekam video dibawah ini.


.Doc: MTM/pede21/GDN/Jurnalis/Media Network Jateng. 

Minggu, 29 Oktober 2017

Menapak Selera Nikmat, Sajian Aneka Menu Warung Makan Moro Eco

Sebagai anak muda yang tengah menapak harapan dan impian demi kelangsungan kesejahteraan ekonomi keluarga, serta masa depan bagi pendidikan anaknya, Nurhadi (27) pemilik warung ‘Moro Eco’ Sukorini Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono-Kab. Semarang bukan menjadikan sebuah kendala. Bahkan dirinya tetap semangat dan senantiasa terus berusaha, Minggu (29/10/2017) siang.


Apalagi diketahui, Nurhadi merupakan sosok pemuda yang dikenal memiliki jiwa ulet, sabar dan bersahaja. Bahkan berprinsip pemikiran ‘Tak ada sejengkal dalam waktu luang disia-siakan percuma’.

Sementara dalam mengelola warungnya tersebut, dirinya dibantu dengan istrinya. Hal ini merupakan sudah menjadi bagian komitmen bersama. Dimana pengelolaan usahanya tersebut dirintis bersama sudah sejak tahun 2011, sebelum destinasi pariwisata Foggi Village Sukorini didirikan.

“Jadi sewaktu saya mau mendirikan buka usaha warung makan, sebelumnya sudah rembugan dengan istri. Dan pengelolaannya dilakukan bersama-sama,” tuturnya.

Selanjutnya dirinya menambahkan, pada awal pendirian warung Moro Eco, bermodalkan uang  hasil kemandirian dan patungan kami berdua. Baik dari uang hasil penjualan motor masa pacaran kami berdua dahulu, maupun hasil tabungan.

Warung Moro Eco merupakan warung makan sangat sederhana, namun banyak memberikan sajian aneka menu makanan dan minuman yang memberikan selera kenikmatan tersendiri bagi para pengunjung yang datang di tempat pariwisata Sukorini.
Serta dikenal memiliki ciri menggugah selera citra rasa yang tinggi dan eco.

Maka tidak heran jika banyak orang yang datang kewarungnya untuk menikmati menu hidangan yang disajikan. Mulai dari bakso, nasi goreng, soto dll.

Sementara itu, soal harga setiap menu dijamin cukup memenuhi kantong tidak bolong, dan sangat toleransi atas nilai yang dipesan.

Warung makan Moro Eco terletak cukup strategis, tepatnya dipinggir jalan raya arah menuju pintu masuk pariwisata Foggi Village Sukorini.

.Doc: MTM/pede21/Lind Media Network Jateng.


Minggu, 22 Oktober 2017

Siyono Petani Cabe Desa Kemitir, Sukorini Alami Gagal Panen

Sukorini – Dalam kurun bulan oktober tahun 2017 ini, petani cabe Desa Kemitir, Sukorini, Kecamatan Sumowono-Kabupaten Semarang mengalami gagal panen. Hal ini, menurut salahsatu petani cabe setempat, Siyono (66) mengatakan, disebabkan akibat terserang penyakit yang terhitung aneh. Dari serangan penyakit yang terjadi pada tanaman cabenya tersebut, dirinya tidak dapat mengatasinya.
.Doc.Video by JKY@21

“Atas serangan penyakit tersebut hampir seluruhnya menyerang tanaman cabe milik saya ini. Hingga membuat saya mengalami kerugian yang begitu tragis,” katanya sedih, Minggu (22/10/2017) siang.

Selanjutnya dirinya menambahkan, padahal saya sudah melakukan penyemprotan, baik melalui obat anti serangga, ulat maupun anti virus.

“Padahal dulunya tidak seperti ini, apabila terserang penyakit, ketika saya semprot langsung teratasi,” tambahnya.

Ditilik dari tanaman cabe milik Siyono yang terserang penyakit terhitung sangat aneh dan langka. Untuk itu dirinya mencoba dan mengupayakan bagaimana untuk mengatasi. Dan realitanya belum membuahkan hasil.

Adapun untuk kerugian yang dideritanya hampir rata-rata mencapai 75% dari luas tanahnya, yakni -+1/4Ha.
Sementara jika tanamannya tidak terserang penyakit, kalkulasi nilai jual dari luas tanah tersebut, dengan masa panen mencapai antara 27-36/kilonya yang dapat dilakukan 2-3 kali. Dan dari untuk jumlah kurs nilai uang perkilo biasanya sekitar Rp 20.000-25.000; harga pasaran umum, dirinya bisa mengantongi kisaran antara Rp 545.000-720.000; (27-36xRp 20.000/Kilogram) dan Rp 675.000-900.000; (27-36xRp 25.000/Kg).

Namun dari hal dikarenakan tanamanya mengalami serangan penyakit, dirinya mengalami kerugian dan harapan nilai hasil keuntunga tidak dapat terpenuhi.

.Doc: MTM/pede21/Lind.Media online network Janteng

Jumat, 13 Oktober 2017

Hasil Survei Lembaga Jelang Pilpres Th.2019, Sebuah Penilaian dan Catatan Tersendiri Bagi Jokowi

Dalam elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi, red) dalam jelang Pilpres Tahun 2019 menunjukan beragam angka yang berbeda-beda. Dan ini ditunjukkan pada tiga survei lembaga, yakni Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Media Survei Nasional (Median), dan KedaiKopi.

Adapun dari ke-3 lembaga survei tersebut, elektabilitas Jokowi di bawah angka 50 persen. Dan dari hasil itu berbanding terbalik atas tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-JK selama memimpin.

Untuk mengetahui hasil survei ketiga lembaga, yakni sebagai berikut:
1.      Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), elektabilitas Jokowi menunjukkan 25,5% (Bulan Oktober 2005) naik menjadi 38,9% (September 2017). Dan untuk elektabilitas Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berada di posisi kedua dengan angka 12%.
2.      Media Survei Nasional (Median), elektabilitas Jokowi berada di angka 36,2%. Sedangkan elektabilitas Prabowo menunjukkan angka 23,2%. Dan untuk angka sisanya 40,6%, publik menginginkan tokoh alternative, selain Jokowi dan Prabowo pada Pilpres 2019.
3.      KedaiKopi, elektabilitas Jokowi adalah sebesar 44,9%. Sementara yang memilih opsi jawaban selain Jokowi ada 48,9 persen, dan sisanya tidak menjawab.Dan sisa responden tidak menjawab.

Dan selanjutnya hasil prosentase survei ketiga lembaga itu, untuk SMRC dilakukan pada awal September 2017 dengan melibatkan 1.057 responden untuk diwawancarai. Dan margin error dari survei ini sebesar lebih kurang 3,1% dengan tingkat kepercayaan 95%. Sedangkan untuk Median dengan melakukan survei, melibatkan 1.000 responden dengan margin of error +/-3,1% pada tingkat kepercayaan 95%. Dan untuk sampel, dipilih secara random, dengan teknik multistage random sampling.

Adapun KedaiKopi melakukan survei dengan menggunakan opsi dua pilihan, yakni pilihan Jokowi dan bukan Jokowi. Dan hasilnya, elektabilitas Jokowi adalah sebesar 44,9%, sedangkan selain Jokowi, antara lain Prabowo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan beberapa tokoh pilihan lain menunjukkan 46,9%. Dan survei tersebut dilakukan dengan pendekatan dan wawancara langsung terhadap 800 responden, di delapan kota pada tanggal 08-27 September 2017. Adapun 3,5% margin of error.

Sementara dari hasil prosentase angka elektabilitas Jokowi yang tersebut diatas menjadi berbanding terbalik terhadap pemerintahannya, yaitu Jokowi-JK. Dimana dari hasil masing-masing ketiga lembaga survei diatas rata-rata dibawah 50%. Dan prosentase itu, tingkat kepuasan utamanya 32,7% hanya pada bidang pembangunan infrastruktur, serta 16,3% bantuan kesehatan dan pendidikan 16,3 persen. Padahal ditilik dan dikaji lebih mendalam, tingkat publik menginginkan selama pemerintahan dibawah kepemimpinannya diatas 60%.

Dari angka posentase tersebut dapat dijadikan penilaian dan catatan tersendiri bagi Jokowi untuk Pilpres Tahun 2019 nanti.


.Doc: MTM/pede21/Line media network online/Arsip lembaga survei.

Waspadai Jika Ada Orang Mengaku Petugas PLN Menawarkan Jasa Pengganti Meteran Listrik

Bagi masyarakat diminta waspadai jika ada petugas yang mengaku dari PLN menawarkan jasa mengganti meteran listrik. Hal ini guna menjaga masyarakat, jangan sampai menjadi korban penipuan.

Apalagi diketahui, akhir-akhir ini banyak masyarakat yang menjadi korban atas modus yang dilakukan oleh orang yang yang tidak bertanggungjawab (pelaku, red), mengaku sebagai petugas PLN.

Adapun untuk mengetahui modus yang dilakukan oleh pelaku, biasanya dengan cara mensurvei ke rumah calon korban yang masih menggunakan KwH meteran lama. Dan setelah itu, menawarkan kepada calon korban untuk bisa mengganti dengan KwH prabayar atau token.

Disamping itu menjual kotak pelindung meter, peralatan penghemat listrik, atau peralatan listrik dan jasa layanan pasang baru.

Dan apabila ada warga masyarakat yang ingin mengganti dengan KwH meter prabayar, pelaku meminta uang pemasangan sebesar Rp 850 ribu, ditambah biaya asuransi Rp 450 ribu. Dan dari biaya tersebut total antara Rp 1,3 - Rp 1,5 juta.

Sementara dari hasil dilapangan diketahui, sasaran utama kebanyakan terjadi di perumahan-perumahan yang non/subsidi atau penghuninya masih relatif baru.

Padahal dari pihak PLN sendiri tidak menjual kotak pelindung meter, peralatan penghemat listrik, atau peralatan listrik apa pun. Bahkan juga tidak menawarkan jasa layanan pasang baru, tambah daya, atau pembayaran tagihan rekening listrik, dengan transaksi pembayaran langsung di rumah pelanggan.

Serta PLN tidak pernah menawarkan jasa pemberian paket subsidi kepada pelanggan. Semua data penerima subsidi terdaftar di Kementerian Sosial.

Oleh karena itu, apabila ada hal-hal yang tersebut diatas, masyarakat untuk dapat menginformasikan pada pihak PLN.

Adapun untuk informasi terkait layanan dan pengaduan PLN dapat disampaikan melalui saluran resmi Contact Center PLN 123 yang dapat diakses melalui:


.Doc: MTM/Arsip Inform.PLN/Line Media Network Online.

Senin, 09 Oktober 2017

Akankah Jelang Ajang Pilpres-Wapres Dan Legislatif Tahun 2019 Sebuah Ajang Hilangnya Independensi Media Masa

Oleh: MT. MUDJAKI

Jelang Pilpres-cawapres dan pileg tahun 2019 mendatang, media cetak ataupun elektronik dalam memberitakan seputar persaingan bakal calon presiden (Capres) dan wakil presiden (Cawapres) pemilu presiden maupun calon legislatife (Caleg), merupakan peran sangat penting ditengah-tengah masyarakat pemilih. Karena dari hal tersebut sangat dibutuhkan, dan dijadikan bahan acuan bagi masyarakat dalam mencari figur yang tepat untuk memimpin Indonesia kedepan.

Namun atas dasar pijakan pelajaran dengan permasalahan yang seiring berjalannya waktu pilpres atau pileg dari Tahun 2014, tugas mulia media dalam payung apapun nama lembaga/istitusinya semakin luntur, bahkan sudah lepas dari independensinya, terutama pemilik media berkiprah dalam parpol atau berkecimpung dalam pilpres atau berafiliasi terhadap capres-cawapres atau pileg tertentu.

Hal itu kita dapat melihat dan mengamati, dimana dari pemilik media yang ikut berkompetisi dalam kancah politik yang menjadikan medianya sebagai sarana penting dan efektif untuk kampanye, merupakan penyebab utamanya hilangnya independensi media.

Disamping itu manakala dalam mengemas dan menyajikan berita, acapkali tidak pernah menjaga dan mengindahkan sifat netralitas, objetifitas dan transparansi. Bahkan cenderung menyerang dan menjatuhkan capres-cawapres atau pileg tertentu, meskipun pemberitaannya diramu polesan berita pencitraan ataupun mendramatisasi.

Padahal dari aturan yang telah ditetapkan dalam UU Pers, semua media seharusnya netral, adil, berimbang kepada siapapun capres-cawapres atau pileg peserta pemilu.

Dan bukankah media massa merupakan pilar keempat demokrasi seharusnya dapat berperan membangun pendidikan politik yang sehat dan cerdas bagi masyarakat atau calon pemilih.

Ironisnya, apresiasi sebuah kebebasan dalam pemberitaan terkadang sudah kebablasan dan lepas jauh dari koridor metode, sikap kemurnian; kode etik dan aturan kejurnalisan.

Belum lagi ditambah banyaknya media yang bertebaran, memberitakan berita bohong alias hoax. Yang banyak kita temukan, terutama di dunia media sosial (Medsos).

Dari hal tersebut diatas jika dibiarkan, dan tidak adanya sebuah komitmen dan konsisten para insane media dalam mengedepankan independensinya, maka diprediksikan pemilu pilpres-cawapres atau pileg tidak akan jauh bedanya yang terjadi pada Tahun 2014.

 .Doc: MTM/pede21/https://plus.google.com/+jackymay/Media Network Jateng.

Minggu, 08 Oktober 2017

Obyek Wisata Puncak Sukorini, Sebuah Wahana Kenyamanan, Keindahan Dan Kesejukan Kekinian Bagi Para Wisatawan

Sukorini – Bagi para pecinta traveler, khususnya kaum muda jika menginginkan suatu tempat kenyaman, keindahan dan kesejukan alam pegunungan, puncak Sukorini, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono-Kabupaten Semarang merupakan sebuah pilihan yang tepat. Apalagi tempat obyek daerah tersebut memiliki khas kekinian yang dapat memberikan nilai kesan tersendiri.

Obyek wisata puncak Sukorini berada pada lokasi ketinggian -+1.500 mdpl dengan lingkup dipenuhi hamparan hutan pinus yang rapat, hijau dan rindang.

Disamping itu, daerah lokasi disekitarnya pun juga terhampar pemandangan aneka pertanian, perkebunan, dan rumah-rumah warga desa yang berjajar unik dan rapi. Bahkan ketika kita berada dititik ketinggian puncaknya dapat melihat gunung Ungaran, lereng-lerengnya, dan kelokan jalan penghubung antara Sumowono, Temanggung, Wonosobo, dan Magelang.

Sementara guna menarik bagi para wisatan, obyek wisata tersebut dilengkapi sarana berbagai pendukung aneka spot, seperti spot gardu pandang, rumah pohon, tempat flying fox, dan spot lainnya. dari sarana itu kita dapat mengambil foto-foto obyek atau momen-momen yang sangat menarik, unik, cantik dan mengasyikan.

Adapun tiket masuknya, para wisatawan cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp 5000; untuk parkir sepeda montor Rp 2000; dan mobil Rp 10.000; Sedangkan untuk spot tempat flaying fox dikenakan cash antara 10.000-20.000 Rupiah.

Dan bagi para wisatawan yang memiliki selera kuliner, wisata obyek Sukorini juga menyediakan berbagai kuliner, seperti sate ayam, sate kelinci, bakso, soto, nasi padang dll. Disamping itu juga menyediakan berbagai makanan, sayuran dan buah-buahan hasil kemandirian warga setempat, yang bisa sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Bagi para wisatawan yang telah berwisata ditempat daerah tersebut, dipastikan akan merasakan kenyamanan, kepuasan, serta kesan nilai arti tersendiri. Bahkan akan ketagihan untuk datang kembali ke tempat obyek wisata tersebut.

.Doc: MTM/pede21/https://plus.google.com/+jackymay/Media Network Jateng.

Kamis, 05 Oktober 2017

Klip Photo: “5 Metode Komunikasi Aktifitas Dan Interaktif Anak Didik Paling Efektif”

Menumbuh ciptakan komunikasi aktifitas dan interaktif kedekatan pada anak didik tentunya dapat dilakukan dan dibutuhkan kesinergian antara perilaku, karakter dan kecenderungan; keinginan anak itu sendiri. Sebab dengan hal itu, anak didik akan tumbuh menjadi alami, dinamis dan berkembang positif. Dan bahkan dapat membentuk sebuah pembelajaran nilai-nilai pokok dari identitas dan kepribadian.

Adapun untuk menumbuh ciptkan komunikasi hal tersebut, maka diperlukan metode atau cara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

§  Komunikasi Aktifitas Dan Interaktif Anak Dalam Belajar Bersama

§  Komunikasi Aktifitas Dan Interaktif Anak Dalam Bermain Bersama

§  Komunikasi Aktifitas Dan Interaktif Anak Dalam Berdoa Bersama

§  Komunikasi Aktifitas Dan Interaktif Anak Dalam Berkreasi Bersama

§  Komunikasi Aktifitas Dan Interaktif Anak Dalam Berolah Raga Bersama


.Doc.Photo by JKY@21
.Lokasi: TK ABA 27 Semarang


Klip Photo: “Demi Kemanunggalan Rakyat Desa, Koramil 10 TNI-AD Bersama Polsek Sumowono Tetap Komitmen Menjaga Kesinergian Bersama”

KP.1

KP.2
KP.3
KP.4

Selasa, 03 Oktober 2017

Sekepil Catatan Artikelku: “Batik Solo Dan Yogya Masih Dominan Kuasai Pangsa Pasar”

Dalam dunia perbatikkan nasional, ada dua batik yang masih mendominasi kuasai pangsa pasar, yakni batik Solo dan batik Yogya. Meskipun batik dari daerah lain seperti Pekalongan, Semarang, Bandung dll telah tumbuh berkembang sejak dicanangkan momentum ‘Pencanangan Gebyar Batik Nusantara’.

Adapun dari dua daerah itu masih mendominasi pangsa pasar, dikarenakan adanya lima faktor, yakni:
  1.  Faktor sejarah
  2. Faktor budaya
  3. Faktor standar produksi
  4.  Faktor harga dan kualitas
  5. Faktor animo minat masyarakat
Disamping dari ke-5 faktor tersebut diatas, juga adanya faktor peran dukungan dari pemerintahan setempat. Apalagi diketahui harga batik dari kedua daerah tersebut tergolong murah dengan kualitas cukup baik dan bagus, baik dari corak warna dan motifnya.

Maka tidak mengherankan, jika selama ini batik yang paling banyak dicari atau diminati oleh masyarakat , yakni dari batik daerah Solo dan Yogya.

Sementara dari segi faktor biaya atau ongkos produksi para perajin di sana masih dibawah standar rata-rata, dan bahkan rendah.

Dari hal ini menjadi pijakan dan tantangan tersendiri bagi sebuah persaingan bisnis dalam menentukan tinggi rendahnya banderol nilai jual yang dipasarkan. Serta menjadikan animo masyarakat pembeli /konsumen dapat diberikan ruang pilihan-pilihan dalam menentukan penawaran yang diinginkan. Misalnya seperti yang kita kenal ada di pusat pasar batik Klewer, batik Laweyan, Kauman Solo dll. Sedangkan yang di Yogya seperti Bringharjo, Giriloyo, Mirota Batik Yogya dll. (Meski ada juga harga nilai jual batik yang terbanderol cukup tinggi, red).

Namun tidak hanya itu saja, batik kedua daerah itu, ditilik dari sejarahnya hingga sekarang ini telah menembus pangsa pasar sampai keluar negeri. Bahkan sudah menjadi langganan bagi para Investor-Importir. Atas faktor inilah juga yang menjadikan batik kedua tersebut menjadi nilai mendominasi suatu nama/brand bagi pijakan tersendiri, seperti Batik Danar Hadi, Batik Soga, Saptohoedojo Galery dll.


.Doc: MTM/pede21/GD-N/Media Network Jateng.

pintu dunia: Sekepil Catatan Artikelku: “Batik Solo Dan Yogya M...

pintu dunia: Sekepil Catatan Artikelku: “Batik Solo Dan Yogya M...: Dalam dunia perbatikkan nasional, ada dua batik yang masih mendominasi kuasai pangsa pasar, yakni batik Solo dan batik Yogya. Meskipun bati...

Senin, 02 Oktober 2017

Hari Batik Nasional 2017 Pemkab. Banyumas Gelar Arak-arakan Kain Batik 60 Meter

Banyumas – Dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah adakan gelar arak-arakan kain batik sepanjang 60 meter dari Alun-alun Purwokerto, dengan melibatkan ratusan orang, Senin (02/10/2017).

Dan dari gelar acara tersebut banyak menyita perhatian warga setempat yang datang menyaksikan. Apalagi kain batik sepanjang 60 meter itu memiliki motif pewarnaan dasarnya hitam pekat dengan corak bunga keemasan terang menyala.

Adapun gelar arak-arakan kain batik terpanjang yang dilakukan ratusan warga itu dilepas langsung oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Disamping itu juga sekaligus dengan pawai seluruh produk khas Banyumas baik dari Instansi pemerintah, swasta maupun pelajar.


Menurut Gubernur, produk batik Banyumasan merupakan batik yang punya kekhasan tersendiri, namun dikenal secara nasional. Sebab memiliki desain sangat bagus dan beragam.

“Apalagi diketahui batik Banyumasan dibuat dari semua level masyarakat, baik dari kalangan atas maupun bawah hingga pelajar SMA,” tuturnya.

Disamping itu, Ganjar menambahkan, bahwa motif batik banyumasan dikenal juga batik yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan. Dan ciri khas pedalaman dan bukan pesisir. Dari ciri khas pedalaman ini adalah corak lebih gelap dengan gambar tegas dan lugas yang punya filosofi apa adanya, seperti khas warga Banyumas.

“Oleh karena itu saya berharap, ide inovasi hingga kreasi batik Banyumas bisa terus dikenal hingga luar negeri. Dan diupayakan dan digencarkan promosi dengan memanfaatkan teknologi informasi. Yang tentunya diceritakan batik Banyumas dengan kekhasannya. Dan disertai alamat, harga jual dan belinya disini. Dari hal ini saya yakin akan jadi momentum industry batik tumbuh berkembang di kancah dunia,” tambahnya.

.Doc: MTM/E-Mail: Line pers biro Banyumas/Media Network Jateng.

Sabtu, 30 September 2017

Cuplikan Rangkain Video Giat 10 Muharam 1439H Mbah Marno, Sukorini, Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono

Gebyar Wayang Kulit Semalam Suntuk

Derap Arak-arakan Nasi Tumpeng Gunungan Dan Umborampe

Gelar Doa Bersama

.Doc.Video by MTM/pede21/GD-N/Media Network Jateng

Acara 10 Muharam Sukorini Berlangsung Meriah Dan Berlimpah Ruah Keberkahan

Sukorini – Acara peringatan 10 Muharam 1439 Hijriah yang masih terkait dalam bulan Suro di tempat kediaman  mbah Marno, yakni seorang tokoh supranatural yang berpengaruh, terpandang dan berkarisma pertapaan bukit Sukorini Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono berlangsung sangat meriah dan semarak penuh berlimpah ruah keberkahan. Hal ini diperlihatkan dengan adanya sajian makanan selamatan nasi tumpeng gunungan, umbo rampai serta berbagai macam buah-buahan hasil bumi.

Sementara dalam acara peringatan itu juga disajikan gebyar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dari tanggal 29/09/2017 pukul 01.00-06.00 WIB, dan pada esok pagi harinya tanggal 30/09/2017 pukul 07.30-09.15 WIB kembali dilanjutkan  dengan acara derap arak-arakan bersama-sama warga dan tamu undangan yang hadir menuju ketempat pertapaan keramat Sukorini, yang diyakini oleh masyarakat desa setempat merupakan petilasan Begawan Manikmoyo atau dikenal dengan Hanoman putih.

Kemudian dari hal tersebut, acara tidak hanya sampai sebatas itu saja. Namun masih dilanjutkan lagi dengan acara pengajian, menyantuni anak yatim piatu, panggung Nashidaria, campur sari dan diakhiri doa rasa syukur bersama.

Menurut mbah Marno menjelaskan, bahwa 10 Muharam merupakan acara peringatan rutin setiap tahunnya, dimana hal itu sudah menjadi bagian agenda kita.

“Disamping sudah bagian dari agenda kita, tetapi pada inti dasarnya adalah sebuah acara yang memiliki filosofi siar dakwah agama Islam yang diselaraskan dengan kabudayan kaluhuran leluhur jawa, seperti yang telah dilakukan dan disampaikan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga,” penuturannya.

Selanjutnya mbah Marno menambahkan, dengan adanya acara semacam ini, masyarakat agar semakin cinta pada budaya dan juga agama yang ada di tanah Jawa ini, seperti apa yang telah ditinggalkan oleh para wali, khususnya Kanjeng Sunan Kalijaga.

“Atau dengan istilah Jawanya, yakni ‘Sejatining manungso ing siti perdikan Jowo kudhu sak tuhu nguri-nguri kabudayan kaluhuran leluhur lan teteg pangadek marang agomo Islam. Mulane ojo sampek lali marang githoke, bathuke lan dengkule’,” jelas mbah Marno tersenyum.

Dalam acara peringatan 10 Muharam dihadiri tamu undangan, yaitu Danramil 10/TNI AD. Kapten Totok S beserta jajaran Babinsa, Kapolsek Sumowono, diwakili Aiptu Sapardi beserta personil Binmas, Kepala desa wilayah Sumowono, tokoh masyarakat dan warga dari luar daerah maupun daerah setempat. Dan untuk total keseluruhan yang hadir sekitar mencapai 1000 orang.

.Doc: MTM/pede21/GD-N/Media Network Jateng.