Selasa, 03 Oktober 2017

Sekepil Catatan Artikelku: “Batik Solo Dan Yogya Masih Dominan Kuasai Pangsa Pasar”

Dalam dunia perbatikkan nasional, ada dua batik yang masih mendominasi kuasai pangsa pasar, yakni batik Solo dan batik Yogya. Meskipun batik dari daerah lain seperti Pekalongan, Semarang, Bandung dll telah tumbuh berkembang sejak dicanangkan momentum ‘Pencanangan Gebyar Batik Nusantara’.

Adapun dari dua daerah itu masih mendominasi pangsa pasar, dikarenakan adanya lima faktor, yakni:
  1.  Faktor sejarah
  2. Faktor budaya
  3. Faktor standar produksi
  4.  Faktor harga dan kualitas
  5. Faktor animo minat masyarakat
Disamping dari ke-5 faktor tersebut diatas, juga adanya faktor peran dukungan dari pemerintahan setempat. Apalagi diketahui harga batik dari kedua daerah tersebut tergolong murah dengan kualitas cukup baik dan bagus, baik dari corak warna dan motifnya.

Maka tidak mengherankan, jika selama ini batik yang paling banyak dicari atau diminati oleh masyarakat , yakni dari batik daerah Solo dan Yogya.

Sementara dari segi faktor biaya atau ongkos produksi para perajin di sana masih dibawah standar rata-rata, dan bahkan rendah.

Dari hal ini menjadi pijakan dan tantangan tersendiri bagi sebuah persaingan bisnis dalam menentukan tinggi rendahnya banderol nilai jual yang dipasarkan. Serta menjadikan animo masyarakat pembeli /konsumen dapat diberikan ruang pilihan-pilihan dalam menentukan penawaran yang diinginkan. Misalnya seperti yang kita kenal ada di pusat pasar batik Klewer, batik Laweyan, Kauman Solo dll. Sedangkan yang di Yogya seperti Bringharjo, Giriloyo, Mirota Batik Yogya dll. (Meski ada juga harga nilai jual batik yang terbanderol cukup tinggi, red).

Namun tidak hanya itu saja, batik kedua daerah itu, ditilik dari sejarahnya hingga sekarang ini telah menembus pangsa pasar sampai keluar negeri. Bahkan sudah menjadi langganan bagi para Investor-Importir. Atas faktor inilah juga yang menjadikan batik kedua tersebut menjadi nilai mendominasi suatu nama/brand bagi pijakan tersendiri, seperti Batik Danar Hadi, Batik Soga, Saptohoedojo Galery dll.


.Doc: MTM/pede21/GD-N/Media Network Jateng.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar