Rabu, 08 Mei 2013

Budidaya Tanaman Kacang Tanah Lokal, Sangat Bagus Berpotensi Nilai Tambah Bagi Petani


Semarang, (PeDe) - Pengembangan budidaya tanaman palawija berupa tanaman kacang tanah jenis lokal berpotensi memberikan nilai tambah sangat bagus bagi petani. Apalagi rata-rata kacang tanah jenis lokal tersebut sangat diminati masyarakat dan laku keras dipasaran. Serta kalau dilihat dari tektur biji kacangnya sangat berisi, padat dan berwarna putih bersih. Tak hanya itu, dari segi perawatan dan pengembangannya sangat mudah dilakukan.
Sementara itu, saat jurnalis ‘PeDe’ menanyakan soal cara mengintensifkan pengembangan budidaya tanaman tersebut kepada salah satu petani Desa Kali Segoro, Kec. Gunung Pati, Sutiyo menjelaskan; bahwa metode yang selama ini saya lakukan dengan cara penanamannya memakai biji bervaritas unggul dengan jarak tanam kurang lebih 20-30 cm dan tentunya sudah dilakukan Pemupukan, baik pupuk kandang/pupuk organic dan jenis Urea. Setelanjutnya, melakukan penyemprotan tiga kali, ketika tanaman sudah berumur -+40 Hari.
 “Jadi dengan jarak tanam kurang lebih 20-30 cm dengan dilakukan pemupukan, maka tanaman kacang dapat tumbuh dengan baik dan subur. Namun, tidak lupa juga harus dilakukan penyemprotan tiga kali, ketika tanaman sudah berumur kurang lebih 40 Hari,” jelasnya.

                                                                                                                                   
Adapun untuk masa panennya dengan luas tanah -+7000M2 miliknya, Sutiyo mengatakan; biasanya dapat menghasilkan panen rata-rata mencapai sekitar 10-12 kuintal dalam jangka umur tiga bulan. Dan itupun, hasil panen kacang tanah tersebut sudah langsung dipesan/dibeli oleh pembeli (tebas mentah, red Jawa).
.MTM@21.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar