Jumat, 08 Maret 2019

Suara DKP #Ganti Presiden Penentu Kemenangan Bagi Capres-Cawapres No.2


Oleh: MT. Mudjaki

Konstelasi pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2019, baik pada masa jelang hingga dititik akhir penentuan; capres-cawapres, maka dari hasil pengamatan, kajian dan analisa diri pribadi bersifat independen, kafabel dan kredibel dengan menarik garis perbandingan dari berbagai sumber antara lain: Statistik perkembangan kondisi ekonomi, hukum, politik, media masa; online/medsos serta lembaga survai. Hal ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

Dari hasil prosentase yang berkembang ditengah-tengah ‘Demensi Kekuatan Pemilih’ (DKP) sebelum pasca penentuan pasangan capres-cawapres menunjukan adanya empat (4) opsi tagar(#), yakni: #Tetap Jokowi sekitar -+32,5%, #Tetap Prabowo -+27%, #Ganti presiden -+38,5% dan #Tidak menjawab/tidak tahu -+2%.

Namun dari hal tersebut, manakala gerakan dan gencaran transformasi DKP yang begitu kuat dan menginginkan adanya sebuah perubahan atas keadaan, maka pilihan untuk #Tetap Jokowi berubah menjadi sekitar -+43,5%, #Tetap Prabowo -+46,5%, #Ganti presiden -+7,5% dan #Tidak menjawab/tidak tahu -+2,5%.

lalu kemanakah suara saluran #Ganti presiden beralih hingga terjadi penurunan angka prosentasenya?

Adapun yang lebih menariknya lagi, skema angka prosentase elekstabilitas suara semakin terjadi perubahan begitu menyolok setelah hasil dari undian keputusan KPU menetapkan bagi kedua belah pihak pasangan capres-cawapres antara Joko Widodo-Ma’ruf Amin (JokMa) dan pasangan No.urut 02, yaitu Prabowo Subianto-Shalahudin Uno (PaS), yakni terhitung pada awal 0-12 hari proses masa sosialisasi; dukungan ditengah-tengah masyarakat, baik melalui pesan berantai WA, baliho, spanduk, medsos dan bahkan secara terbuka di forum-forum lembaga tingkat organisasi masyarakat maupun agama menunjukan, bahwa untuk pasangan capres-cawapres No.1 (JokMa) suara terpatok sekitar -+52,5%. Sedangkan capres-cawapres No.2 (PaS) hanya kisaran -+36,5%, dan sisanya -+11,5% (respon Golput+Margin error/belum menentukan pilihan).

Tetapi seiring berjalannya waktu dua Minggu setelah itu, angka prosentase pasangan capres-cawapres No.1 tersebut mengalami penurunan cukup dratis, yakni -+43,5%, dikalahkan pasangan capres-cawapres No.2 dengan prosentase -+48,5%. Hal ini disebabkan adanya nilai tingkat kepercayaan hasil debat, serta atas kuatnya dukungan respon positif masyarakat #ganti presiden/menginginkan sebuah perubahan. Dari sinilah dapat kita ketahui bahwa saluran suara #Ganti presiden diberikan pada pasangan presiden No.2. Sementara untuk sisanya -+8% (suara golput+margin error/belum menentukan pilihan).

Selanjutnya untuk skema jelang H-2 Pilpres 17 April 2019 hingga akhir pilihan nantinya, perkembangan angka prosentase hasil perolehan suara kedua pasangan capres-cawapres diprediksikan sekitar -+43% untuk pasangan capres-cawapres No.1. Sedangkan untuk pasangan capres-cawapres No.2 memperoleh suara sekitar -+47,5%, dan sisanya -+9,2% (suara golput+margin error/belum menentukan pilihan).

Jika dari hasil posentase tersebut diatas terjadi dan terbukti, maka suara DKP #Ganti presiden merupakan suara penentu bagi pasangan capres-cawapres No.2. Dan hal ini tentunya dapat dijadikan sebuah barometer penilaian, serta catatan tersendiri, khususnya bagi pasangan capres-cawapres No.1 (JokMa).

.Doc.Arsip Aktualisasi&Apresiasiku:‘Ruang Suara Bening’ (MTM,230119)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar